ACEH — Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua, Billy Mambrasar, meninjau kontrakan mahasiswa Papua di Aceh pascabencana. Ia menemukan kondisi hunian yang memprihatinkan dan tidak layak.
Billy mendengarkan aspirasi mahasiswa, salah satunya Sonny Orocomna. Mahasiswa asal Papua yang kuliah di Lhokseumawe itu menyampaikan bahwa bantuan yang diterima hingga kini baru berasal dari Provinsi Papua Barat.
“Kami sangat berharap ada perhatian dari provinsi-provinsi lain di Papua. Saat ini baru Papua Barat yang mengirimkan bantuan,” kata Sonny, dikutip Senin (26/1/2026).
Senada disampaikan Boaz Tambuni yang berharap adanya dukungan berkelanjutan, terutama bantuan pendidikan berupa beasiswa. “Selain bantuan darurat, kami juga berharap ada dukungan pendidikan seperti beasiswa agar kami bisa tetap melanjutkan kuliah dengan tenang,” ujar Boaz.
“Pemerintah provinsi harus bisa membantu adik-adik mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di luar Papua, terutama di Aceh. Bantuan itu tidak hanya soal pendidikan, tapi juga menyangkut kondisi tempat tinggal mereka,” ujar Billy.
Ia mengingatkan kewajiban alokasi 30 persen Dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk sektor pendidikan. Menurutnya, Dana Otsus sudah jelas mengamanatkan 30 persen untuk pendidikan.



:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Putri-Dakka-PDIP-atau-Nasdem-Palopo.jpg)