Jelang Ramadan, Harga Daging Sapi dan Kerbau Ditetapkan Rp55 Ribu per Kilogram

idxchannel.com
19 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah memastikan harga daging ruminansia, baik sapi maupun kerbau, tetap stabil. Harga sapi atau kerbau hidup ditetapkan Rp55.000 per kilogram.

Jelang Ramadan, Harga Daging Sapi dan Kerbau Ditetapkan Rp55 Ribu per Kilogram (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Pemerintah memastikan harga daging ruminansia, baik sapi maupun kerbau, tetap stabil. Harga sapi atau kerbau hidup ditetapkan Rp55.000 per kilogram.

Apabila ada pelaku usaha penggemukan sapi/kerbau (feedlotter) yang melepas ke pelaku usaha potong hewan dengan harga melebihi Rp55.000 per kg, dipastikan pemerintah akan melakukan tindakan tegas. 

Baca Juga:
OJK Izinkan 10 BPD Bergabung ke Empat Kelompok Usaha Bank (KUB)

"Melalui kesepakatan harga sapi hidup ini, diharapkan akan berimplikasi positif pada Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen, sehingga daya beli masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri terus terjaga," ujar Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dikutip dari keterangan tertulis Senin (26/1/2025).

Adapun HAP tingkat produsen dan HAP tingkat konsumen untuk daging ruminansia telah diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024. HAP tingkat produsen sapi hidup ditetapkan di Rp 56.000 sampai Rp58.000 per kg. 

Baca Juga:
Waspada Cuaca Ekstrem di Wilayah Indonesia Tengah dan Timur

Sementara HAP tingkat konsumen untuk daging sapi segar/chilled paha depan Rp130.000 per kg, segar paha belakang Rp140.000 per kg, paha depan beku Rp105.000 per kg, dan daging kerbau beku Rp80.000 per kg.

"Kami cek, masih di bawah HAP Rp55.000 per kilogram. HAP-nya Rp56.000 per kilogram. Kalau ada aku temukan di antara (pemegang kuota impor sapi/kerbau bakalan) 700 ribu ekor, ini perusahaannya 80 perusahaan, aku temukan (melanggar HAP), aku cabut izinnya," katanya. 

Baca Juga:
Di WEF 2026, Dirut BRI (BBRI) Beberkan Peluang Akselerasi Bisnis Fintech di Indonesia

Dalam Proyeksi Neraca Pangan Daging Sapi/Kerbau per 6 Januari 2026, proyeksi ketersediaan stok secara nasional sampai Idulfitri di Maret mendatang masih mencukupi. Stok awal tahun 2026 berada di 41,7 ribu ton. Kemudian produksi dalam negeri ditambah hasil potong sapi/kerbau bakalan impor selama 3 bulan nanti dapat mencapai 125,2 ribu ton. Sementara estimasi realisasi impor Januari sampai Maret 18,5 ribu ton.

Dengan itu, total ketersediaan Januari sampai Maret dapat mencapai 185,4 ribu ton, sedangkan proyeksi kebutuhan konsumsi daging sapi/kerbau secara nasional untuk periode yang sama berada di 179 ribu ton. Ini berarti masih ada surplus ketersediaan terhadap konsumsi yang diproyeksikan di angka 6,3 ribu ton.

Baca Juga:
Emiten Konstruksi Asri (ASLI) Sambut WKM Sebagai Pengendali Baru

Terkait kondisi harga daging sapi sampai minggu ketiga Januari 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan mulai ada peningkatan jumlah daerah yang mengalami penurunan harga di tingkat konsumen. Pada awal Januari 2026 ada 13 daerah yang mengalami penurunan harga daging sapi, sedangkan sampai minggu ketiga Januari menjadi 14 daerah.

Ketua Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Wahyu Purnama mengaku bersyukur setelah adanya komitmen harga daging sapi hidup Rp55.000 per kg. Ia mengatakan jika terdapat pelaku usaha feedlotter yang tidak menerapkan itu, agar dapat dilaporkan sesegera mungkin.

"Alhamdulillah (sudah) ketemu angka, di angka timbang hidup, timbang faktur Rp55.000 sampai ke Lebaran dan InsyaAllah sapi itu tidak akan di kuota. Kalau sampai itu terjadi, tolong laporkan kepada saya dan saya akan langsung melaporkan ke pemerintah," kata Wahyu.

Ketua Umum Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI) Asnawi mengungkapkan hal serupa. Ia mendukung langkah pemerintah ini sepenuhnya dan siap melaporkan apabila terjadi anomali di lapangan.

"Saya Asnawi menyampaikan hasil rapat koordinasi sore hari ini, Kamis 22 Januari tahun 2026 bertempat di Kementerian Pertanian, memutuskan dan menetapkan kesepakatan harga timbang hidup sapi di feedlot Rp55.000 per kilogram. Harga tersebut berlaku mulai feedlot ini, Kamis 22 Januari 2026 hingga menjelang Hari Raya Idulfitri dan tidak ada lagi terjadi kenaikan," tutur dia.

"Jika ada pengusaha feedlot yang memberikan harga timbang hidup di atas Rp55.000 tersebut, silahkan melaporkan kepada kami dengan bukti dan data yang lengkap untuk kami teruskan kepada Menteri Pertanian," kata dia.

Sebagai informasi, dalam Rapat Koordinasi Stabilisasi Harga Daging Sapi yang dihelat Bapanas (20/1/2026), terungkap bahwa pelaku usaha feedlotter mengalami dampak dari kurs dolar terhadap rupiah. Dikatakan hal tersebut turut mempengaruhi landing cost sapi hidup impor asal Australia. 

Proyeksi peningkatan biayanya di Februari nanti dapat meningkat sekitar 8 persen dibandingkan Desember 2025 lalu. Namun demikian, meskipun landing cost sapi impor sedang berfluktuasi, para pelaku usaha feedlotter tetap berkomitmen menjalankan HAP sesuai yang telah ditetapkan pemerintah.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kebakaran di Padang Timur Hanguskan Empat Bangunan
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Ramalan Zodiak 27 Januari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Tommy Djiwandono Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI Usai Diuji DPR
• 11 jam laludetik.com
thumb
Tito Karnavian: Rehabilitasi Pascabencana di Sumatra Tunjukkan Kemajuan Signifikan
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Kereta Api Maros–Barru Mogok di Tengah Jalan, Penumpang Dipindahkan ke Bus
• 14 jam lalutribuntimur.com
Berhasil disimpan.