Grid.ID- Kue bulan selalu menjadi sajian ikonik yang tak terpisahkan dari perayaan Imlek 2026. Hidangan ini biasanya dinikmati saat Festival Pertengahan Musim Gugur yang jatuh pada tanggal 15 bulan ke-8 penanggalan China.
Tradisi tersebut juga mengakar kuat di kalangan keturunan Tionghoa di Indonesia dan kerap dikaitkan dengan nilai kebersamaan keluarga. Menjelang imlek 2026, pemahaman tentang cara makan kue bulan ala Tionghoa kembali menarik perhatian publik.
Tak sekadar camilan, kue bulan memiliki aturan dan etika tersendiri saat disantap. Mulai dari cara memotong hingga pendamping minumannya, semua memiliki filosofi yang dijaga turun-temurun.
Kue Bulan
Kue bulan atau mooncake merupakan penganan tradisional yang terbuat dari kulit tipis berbahan tepung tang mien dengan isian yang beragam. Isian kue bulan umumnya lebih banyak dibandingkan kulitnya, sehingga membuat proses pembuatannya cukup rumit. Beberapa varian isian yang populer antara lain lotus, kacang merah, pandan, wijen hitam, hingga kuning telur asin, serta daging babi untuk versi tradisional.
Karena gramasi isiannya yang padat, adonan kulit kue bulan harus dibuat sangat presisi. Jika terlalu tipis atau kurang elastis, kulit bisa sobek dan gagal menutup seluruh bagian isian. Keunikan inilah yang membuat kue bulan dianggap sebagai hidangan istimewa, termasuk saat perayaan besar seperti imlek 2026.
Cara Makan Kue Bulan yang Benar Menurut Tradisi Tionghoa
Meski berukuran sedang dengan diameter sekitar 4 hingga 10 sentimeter, kue bulan tidak dimakan dengan cara digigit langsung. Menurut Executive Chinese Chef JW Marriott Hotel Jakarta, Goh Chin Yan, kue bulan sebaiknya dipotong terlebih dahulu sebelum disantap. Dikutip dari Kompas.com, Minggu (25/1/2026), jumlah potongan bisa disesuaikan dengan selera, mulai dari empat, delapan, hingga 16 bagian kecil.
Setelah dipotong, kue bulan dapat dinikmati menggunakan tangan, tusuk kayu, atau garpu. Cara ini melambangkan kebersamaan dan keadilan, karena setiap orang mendapatkan bagian yang sama. Tradisi ini masih dijaga hingga kini dan kerap dilakukan dalam perayaan keluarga, termasuk menyambut imlek 2026.
Tradisi Menyantap Kue Bulan dengan Teh
Masyarakat Tionghoa memiliki kebiasaan menikmati kue bulan sambil ditemani segelas teh. Chef Goh menjelaskan bahwa di Hong Kong, China, Malaysia, dan Singapura, tradisi ini dilakukan sambil bersantai dan berbincang bersama keluarga. Teh dipercaya mampu menyeimbangkan rasa manis dari kue bulan yang cenderung pekat.
Meski teh menjadi pilihan utama, minuman pendamping kue bulan sebenarnya cukup fleksibel. Beberapa orang juga memadukannya dengan kopi sesuai selera. Namun, dalam tradisi klasik yang sering dilakukan menjelang imlek 2026, teh tetap menjadi simbol kesederhanaan dan keharmonisan.
Menurut Veny Rahayu, Chinese Operation Manager Food and Beverage Shangri-La Hotel Surabaya, rasa teh yang kuat sangat cocok untuk menetralisir manisnya kue bulan. Hal ini terutama berlaku untuk mooncake dengan isian durian yang memiliki rasa dan aroma sangat pekat. Oleh karena itu, budaya minum teh menjadi satu rangkaian yang tak terpisahkan dari tradisi menyantap kue bulan.
Prosesnya pun tidak sembarangan. Dikutip Tribun Jatim, pertama, seluruh peralatan seperti teko dan cangkir disiram air panas untuk membersihkan sekaligus menghangatkannya. Selanjutnya, bahan teh dimasukkan ke dalam teko dan diseduh dengan air panas selama sekitar 30 detik hingga berubah warna kekuningan.
Air seduhan pertama kemudian dituangkan seluruhnya ke wadah lain untuk mencegah oksidasi. Setelah itu, teh disajikan ke dalam cangkir kecil dan dinikmati dengan menyeruput perlahan. Teknik ini membantu menyebarkan aroma teh di rongga mulut dan mengurangi rasa manis kue bulan, sebuah tradisi yang tetap lestari hingga imlek 2026.
Tradisi menyantap kue bulan tidak hanya soal rasa, tetapi juga sarat nilai budaya dan filosofi. Dari cara memotong, menyantap bersama, hingga ritual minum teh, semuanya mencerminkan keharmonisan dan kebersamaan. Tak heran jika kue bulan selalu hadir dalam momen penting masyarakat Tionghoa, termasuk perayaan imlek 2026.
Dengan memahami cara makan kue bulan ala Tionghoa, tradisi ini tidak sekadar dilestarikan, tetapi juga dimaknai lebih dalam. Kue bulan dan teh pun menjadi simbol kehangatan keluarga yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. (*)
Artikel Asli




