JAKARTA, DISWAY.ID-- Langkah kaki Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, terdengar mantap saat memasuki halaman gedung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (26/1).
Mengenakan rompi cokelat krem khas kementerian baru yang dipimpinnya, pria yang akrab disapa Gus Irfan itu hadir bukan sekadar untuk seremoni.
Ia datang membawa semangat "sejarah" bagi 1.685 petugas yang tengah ditempa dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026.
BACA JUGA:Wamenhaj Minta Petugas Haji 2026 Terus Jaga Stamina dan Kesehatan hingga ke Tanah Suci
BACA JUGA:Wamenhaj: Perkuat Afirmasi, Jumlah Petugas Haji Perempuan 2026 Terbesar dalam Sejarah
Suasana kelas Daerah Kerja (Daker) Madinah yang tengah fokus diskusi materi, mendadak gemuruh saat seisi ruangan melihat sosok nomor satu di Kementerian Haji itu tiba-tiba muncul di ambang pintu.
Yel-yel dan sambutan "Gembira, Gembira, Gembiralah!" menggema saat Gus Irfan melempar senyum khasnya.
"Selamat siang! Sehat semua?" sapanya lantang, yang langsung disambut koor jawaban "Sehat!" dari para peserta Diklat.
Tahun 2026 memang menjadi tonggak sejarah. Di bawah komando Gus Irfan, pola pembekalan petugas haji mengalami transformasi total.
Tidak ada lagi sekat-sekat asal instansi. Baik mereka yang berasal dari ASN, TNI/Polri, swasta, maupun unsur organisasi lainnya, kini dilebur dalam satu identitas yaitu PPIH 2026.
BACA JUGA:Vaksinasi Meningitis Warnai Diklat PPIH Arab Saudi 2026 di Pondok Gede
BACA JUGA:Sistem Komputerisasi Haji Terpadu 2026 Krusial, Tekankan Kecepatan dan Ketepatan
"Ini adalah pola pertama di Kementerian Haji. Anda semua adalah pionir dari model pembekalan seperti ini," tegas Gus Irfan di hadapan para peserta.
Pesan Gus Irfan sangat jelas. Integrasi total! Ia meminta seluruh petugas menanggalkan "seragam" lama mereka dari daerah asal dan hanya memakai satu seragam pengabdian untuk melayani duyufurrahman (tamu Allah).
Saat menyapa petugas PPIH, Gus Irfan menekankan bahwa nasib jutaan jemaah haji Indonesia di tanah suci tidak berada di atas meja kantor kementerian, melainkan di tangan para petugas di lapangan.
- 1
- 2
- »


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483260/original/060259300_1769350282-Tito_Karnavian.jpeg)
