VIVA – Arsenal kembali kehilangan momentum penting di Premier League. Kekalahan 2-3 dari Manchester United di Emirates Stadium bukan sekadar hasil buruk, tetapi memunculkan kembali pertanyaan besar soal kesiapan mental The Gunners dalam persaingan juara musim ini.
Hasil tersebut memperpanjang periode tanpa kemenangan Arsenal menjadi tiga laga beruntun di liga. Setelah sebelumnya ditahan imbang Liverpool dan Nottingham Forest tanpa gol, kekalahan dari MU membuat posisi mereka di puncak klasemen mulai terancam.
Situasi ini menjadi sorotan tajam Patrick Vieira. Mantan kapten Arsenal itu menilai masalah utama bukan hanya soal poin yang terpangkas, melainkan cara tim asuhan Mikel Arteta merespons tekanan di momen krusial musim.
- Manchester United
Arsenal memang masih memimpin klasemen Premier League. Namun, keunggulan yang sempat mencapai tujuh poin kini menyusut menjadi empat angka saja atas Manchester City dan Aston Villa. Dengan persaingan yang semakin ketat, margin kesalahan semakin menipis.
“Kami tahu mereka masih unggul empat poin, tetapi tetap ada tanda tanya soal kekuatan mental tim ini,” ujar Vieira dikutip dari Sky Sports.
Menurutnya, kekalahan dari Manchester United memperlihatkan kelemahan yang lebih dalam daripada sekadar hasil pertandingan.
Vieira menyoroti performa beberapa pemain kunci Arsenal yang dinilai gagal memberi dampak maksimal. Ia secara khusus menyebut Bukayo Saka dan Leandro Trossard yang tidak cukup merepotkan pertahanan MU.
- Instagram: Arsenal
“Ini bukan hanya soal kalah, tetapi bagaimana mereka kalah. Saka dan Trossard tidak tampil cukup baik untuk membuat Manchester United benar-benar khawatir,” katanya.
Lebih jauh, Vieira menilai Arsenal kekurangan sosok pemimpin di lapangan yang mampu mengangkat energi tim saat situasi mulai tidak menguntungkan. Ia menekankan pentingnya keberanian mengambil risiko, terutama ketika bermain di kandang sendiri.
“Mereka butuh pemimpin yang bisa mengangkat semangat tim. Mereka harus tahu kapan harus bermain dengan energi lebih dan berani mengambil risiko,” ujar mantan gelandang timnas Prancis tersebut.
Menurut Vieira, Arsenal juga terlihat bermain dengan beban berlebih. Kebebasan berekspresi yang menjadi ciri permainan mereka seolah menghilang, terutama saat tekanan meningkat dalam laga-laga besar.





