Setidaknya tiga pesawat tempur milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) dipindahkan dari Jerman ke negara-negara di Timur Tengah, termasuk Kuwait dan Qatar, dalam dua hari terakhir.
Menurut data layanan pelacak penerbangan Flightradar24 yang dikutip Sputnik, Senin (26/1/2026), sebuah pesawat tanker Boeing KC-135R Stratotanker mendarat di Qatar pada, Minggu (25/1/2026), sekitar pukul 18.23 GMT. Kemungkinan besar pesawat itu berangkat dari Pangkalan Udara Angkatan Udara AS Ramstein di Jerman.
Selain itu, pada Sabtu (24/1/2026), sekitar pukul 20.40 GMT, sebuah pesawat angkut militer Boeing C-17A Globemaster III mendarat di Kuwait, dengan titik keberangkatan tercatat dari Trier, Jerman.
Terakhir, pada Sabtu sekitar pukul 21.54 GMT, pesawat C-17A lainnya yang berangkat dari Pangkalan Udara AS Spangdahlem di Jerman, menghilang dari radar di wilayah selatan Kuwait.
Lebih lanjut, berdasarkan data Flightradar24, AS juga mengerahkan pesawat angkut militer Lockheed Martin C-130J Hercules dari Bahrain ke wilayah Kuwait tengah. Selain itu, sekitar pukul 01.54 GMT (08.54 WIB) pada 25 Januari, sebuah pesawat tanker KC-135R AS mendarat di Qatar.
Pada 22 Januari, Donald Trump Presiden AS menyatakan bahwa kapal-kapal Angkatan Laut AS sedang bergerak menuju Iran “untuk berjaga-jaga.”
Sebelumnya, ia tidak dapat memberikan jawaban pasti mengenai apakah opsi intervensi militer terhadap Iran telah dikesampingkan, dan hanya mengatakan ia tidak dapat memastikan apa yang akan terjadi di masa depan.
Adapun pada 21 Januari, Wall Street Journal melaporkan bahwa AS mengerahkan jet tempur F-15E serta kapal induk USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah. Dilaporkan pula bahwa sistem pertahanan udara tambahan, termasuk sistem pertahanan rudal Patriot dan THAAD, akan ditempatkan di kawasan tersebut. (bil/iss)




