Pemprov DKI Keruk Kali Sepak untuk Kurangi Dampak Banjir di Jakarta Barat

kumparan.com
12 jam lalu
Cover Berita

Pemprov DKI Jakarta mengeruk Kali Sepak di Kembangan, Jakarta Barat pada Senin (26/1), sebagai langkah preventif untuk mengurangi dampak banjir. Siang ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, meninjau langsung kesiapan Dinas Sumber Daya Air (SDA) di lokasi tersebut.

Pramono menjelaskan, Kali Sepak merupakan salah satu muara utama aliran air menuju Cengkareng Drain. Selain Kali Sepak, terdapat sejumlah muara lintas provinsi lain yang berperan penting dalam pengendalian banjir Jakarta, seperti Kali Pesanggrahan, Mookervart, dan Kali Angke.

“Tempat ini sebenarnya secara rutin penggalian dilakukan untuk menjaga supaya air itu bisa turun,” kata dia ketika meninjau lokasi.

Ia menyebutkan, meskipun penanganan banjir di Jakarta relatif sudah tertangani dan lalu lintas berjalan normal, Pemprov DKI menekankan langkah pencegahan. Hal ini dilakukan karena berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terdapat potensi curah hujan tinggi dalam waktu dekat.

“Alhamdulillah penanganan banjir di Jakarta relatif sekarang ini semuanya sudah tertangani dan lalu lintas berjalan dengan baik, tetapi saya tetap meminta kepada Suku Dinas Sumber Daya Air untuk penanganan preventif dilakukan. Karena data dari BMKG ada kemungkinan besok, itu juga curah hujannya tinggi,” tutur Pram.

Pemprov DKI saat ini mengerahkan sekitar 200 ekskavator yang tersebar di lima wilayah Jakarta untuk melakukan pengerukan kali dan sungai. Di Kali Sepak sendiri, Pramono menyebut terdapat tiga ekskavator yang beroperasi.

“Ada 200 ekskavator di lima wilayah (Jakarta). Di sini aja tadi ada tiga. Mudah-mudahan tindakan preventif yang kita lakukan tetap bisa mengurangi dampak dari banjir yang ada di Jakarta,” ucap Pram.

Selain pengerukan, Pram juga menyampaikan telah memerintahkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai langkah tambahan guna menekan potensi hujan ekstrem yang dapat memperparah banjir.

Ia menegaskan, pengerukan kali di Jakarta dilakukan secara terus-menerus. Menurut Pramono, keterbatasan daerah tangkapan air (catchment area) membuat Jakarta hanya mampu menampung curah hujan sekitar 150 milimeter per hari, meskipun sungai telah dikeruk.

“Sehingga dengan demikian kalau tanggal 12, 18, 22 kemarin karena tanggal 22 sebenarnya average-nya kurang lebih 150 (mm) tapi 8 jam, dan kemudian ada pengiriman juga dari hulu. Sehingga dengan demikian pengerukan dilakukan terus-menerus,” ujarnya.

Sebagai penanganan banjir jangka menengah, Pemprov DKI akan menormalisasi tiga kali utama di Jakarta yakni, Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama.

“Kalau yang Ciliwung sudah segera dimulai dengan pemerintah pusat dengan PU, untuk membuat apa, tanggul dan sebagainya,” pungkas Pram.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tak Hanya Todor Todoroski! Manajemen PSM Makassar Wajib Datangkan Bek Tengah
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Calon Pengusaha Merapat! Bagaimana Membangun Fondasi Bisnis Kecil: Peran Pencatatan Keuangan dalam Pertumbuhan UMKM
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Rekap Hasil Lengkap Liga Italia dan Klasemen Terbaru: Juventus Hajar Napoli, Inter Milan Senyum Lebar
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Alwi Farhan, Masa Depan Tunggal Putra Indonesia
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Cidata Mining Servis Dukung Pemerintah Untuk Pembangunan Daerah Ini
• 4 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.