GenPI.co - Paku berkarat yang menahan selang infus bekas di dinding menjadi saksi sunyi praktik medis ilegal yang menjamur di Pakistan.
Di balik ruang sempit yang menyerupai toko pinggir jalan, dokter tidak berkualifikasi menawarkan pengobatan bagi masyarakat miskin.
"Para pasien ini percaya pada saya. Mereka yakin saya mampu memberikan perawatan yang baik," ujar Abdul Waheed, dilansir AFP, Minggu (25/1).
Pada siang hari, Waheed bekerja di sebuah rumah sakit swasta di Hyderabad.
Malam harinya, dia datang ke desa untuk membuka klinik dan memeriksa pasien dengan tarif konsultasi 300 rupee atau sekitar USD 1.
Klinik itu tidak memiliki papan nama, nomor registrasi, dan izin resmi untuk praktik kedokteran.
Waheed hanya memiliki diploma homeopati dan telah menyelesaikan kursus keperawatan selama empat tahun. Meski demikian, dia berbicara dengan penuh keyakinan.
Klinik ilegal semacam ini sering menjadi titik layanan kesehatan pertama, bahkan satu-satunya bagi masyarakat miskin.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Dokter Pakistan Abdul Ghafoor Shoro menyebut ada lebih dari 600.000 dokter palsu yang beroperasi di seluruh negeri.
Angka tersebut dikonfirmasi Komisi Pelayanan Kesehatan Sindh (SHCC), berdasarkan estimasi Dewan Kedokteran dan Kedokteran Gigi Pakistan.
Shoro menggambarkan fenomena ini sebagai epidemi kesehatan masyarakat.
Menurut dia, banyak praktisi ilegal belajar secara informal dengan dokter resmi, menyerap sedikit pengetahuan, lalu membuka klinik sendiri.
"Dokter yang tidak berkualifikasi tidak memahami efek samping obat atau dosis yang tepat. Jika suatu penyakit tidak didiagnosis dengan benar, kondisinya bisa menjadi sangat berbahaya," ujarnya.
Shoro juga menyoroti praktik penggunaan alat medis yang tidak aman.
"Peralatan mereka tidak disterilkan. Mereka hanya mencucinya dengan air lalu menggunakannya kembali," katanya.
Otoritas pengawas mengakui kegagalan mereka dalam mengendalikan masalah ini.
Kepala SHCC Ahson Qavi Siddiqi mengatakan keterbatasan sumber daya menjadi hambatan utama.
"Praktik ini tidak bisa diberantas dengan mudah. Jika kami menutup 25 tempat, 25 tempat baru akan muncul keesokan harinya," ujarnya. (*)
Video heboh hari ini:





