JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 4 Tahun 2026 ke seluruh sekolah mengenai aturan upacara.
Pada isi surat tersebut, setiap sekolah wajib menggelar upacara bendera secara konsisten. Langkah ini bukan sekadar kebijakan di atas kertas, melainkan titah langsung Presiden untuk memompa kembali semangat nasionalisme dan kedisiplinan sejak dini.
BACA JUGA:Peduli Lingkungan Sejak Dini, HARRIS Puri Mansion dan Oakwood PIK Gelar Edukasi Mangrove
BACA JUGA:ALVApipe Siap Suplai Pipa HDPE untuk Pemulihan Air Bersih di Seluruh Indonesia
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa ikrar ini membawa misi besar dari Presiden Prabowo.
Di dalamnya, terselip komitmen pelajar untuk tidak hanya pintar secara akademis, tapi juga taat beribadah, hormat pada orang tua dan guru, serta menjaga kerukunan antar sesama.
"Ikrar ini menjadi sarana peneguhan nilai ketuhanan, kebersamaan, serta penghormatan terhadap keberagaman," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin 26 Januari 2026.
Tak hanya soal baris-berbaris dan janji setia, pemerintah juga menyelipkan strategi unik untuk menekan angka perundungan yang belakangan marak di sekolah.
BACA JUGA:Daftar Harga REDMI Note 15 Pro Series Mulai Rp2 Jutaan, Cek Keunggulan Kamera dan Spesifikasi
BACA JUGA:Kapolri Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden Sesuai Mandat UUD 1945
Setelah lagu wajib nasional dikumandangkan, setiap sekolah diinstruksikan untuk menyanyikan lagu bertajuk “Rukun Sama Teman”.
Lagu ini diharapkan bukan sekadar melodi pelengkap, melainkan instrumen untuk membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman.
Pemerintah ingin agar suasana kebatinan para siswa tetap saling menghargai meski berada dalam keberagaman.
Abdul Mu’ti mewanti-wanti bahwa upacara bendera tidak boleh dianggap sebagai kegiatan formalitas yang membosankan atau sekadar momen "panas-panasan" di lapangan.
"Upacara bendera bukan hanya kegiatan rutin, tetapi sarana pendidikan karakter yang penting. Di sana ada pelajaran tentang tanggung jawab dan rasa cinta tanah air yang nyata," tegas Mu’ti.




