Kelompok jenderal berpengalaman tempur di militer Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah disapu bersih. Zhang Youxia dan Liu Zhenli tumbang, kekuatan militer PKT mengalami pukulan berat, dan Xi Jinping dinilai telah mengosongkan sepenuhnya sistem komando militer.
Anggota Politbiro PKT sekaligus Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (KMP) Zhang Youxia, serta anggota KMP dan Kepala Staf Gabungan KMP Liu Zhenli, hari ini secara mendadak diumumkan “jatuh”.
Analisis menyebutkan, keduanya merupakan jenderal terakhir di militer PKT yang memiliki pengalaman tempur nyata. Kejatuhan mereka menjadi hantaman besar bagi kekuatan militer PKT, sekaligus menandai bahwa Xi Jinping telah menguras habis sistem komando militer PKT.
EtIndonesia. Pada 24 Januari 2026, Kementerian Pertahanan Tiongkok mengumumkan bahwa anggota Politbiro dan Wakil Ketua KMP Zhang Youxia, serta anggota KMP dan Kepala Staf Gabungan KMP Liu Zhenli, “diduga terlibat pelanggaran disiplin dan hukum yang serius”, sehingga resmi diselidiki dan diperiksa.
Ini merupakan pertama kalinya sejak 1989 PKT menyingkirkan dua anggota Politbiro dalam satu masa jabatan yang sama.
Kala itu, PKT mencopot pemimpin partai saat itu sekaligus Wakil Ketua KMP peringkat pertama, Zhao Ziyang, beserta seorang kolega Politbiro lainnya. Mereka dianggap bersikap lunak dalam menangani demonstrasi di Beijing, yang pada akhirnya ditumpas dengan kekerasan militer.
Adapun Zhang Youxia yang kini tumbang, lahir pada Juli 1950 di Weinan, Provinsi Shaanxi. Ayahnya, Zhang Zongxun, adalah seorang jenderal pendiri negara (shangjiang) PKT yang pernah menjabat Menteri Logistik Umum militer. Zhang Youxia ikut serta dalam Perang Tiongkok–Vietnam tahun 1979, dan pada 1984 memimpin pasukan dalam Pertempuran Liangshan.
Perlu dicatat, Zhang Zongxun dan Zhang Youxia dikenal sebagai “ayah-anak jenderal”. Zhang Zongxun merupakan rekan dekat ayah Xi Jinping, Xi Zhongxun, sejak sebelum PKT berkuasa. Setelah Xi Jinping naik ke tampuk kekuasaan, Zhang Youxia menjadi salah satu “pangeran merah” di militer yang mendukung kekuasaan Xi.
Liu Zhenli, yang diumumkan tumbang bersamaan dengan Zhang Youxia, lahir Agustus 1964 di Luancheng, Provinsi Hebei. Ia masuk militer pada September 1983 dan ditempatkan di Kompi Intai Divisi Infanteri ke-112. Sejak 30 April 1986, ia ikut serta dalam Pertempuran Liangshan dan bertugas di garis depan selama lebih dari satu tahun.
Komentator politik Li Linyi menyatakan bahwa militer PKT sudah bertahun-tahun tidak berperang. Zhang Youxia dan Liu Zhenli adalah jenderal terakhir yang benar-benar memiliki pengalaman tempur. Penyingkiran mereka merupakan pukulan berat, bukan hanya bagi kekuatan militer PKT, tetapi juga bagi rezim itu sendiri.
Peneliti dari Institut Riset Pertahanan dan Keamanan Taiwan, Shen Ming-shih, mengatakan kepada Epoch Times bahwa Zhang dan Liu adalah jenderal beraliran “praktisi tempur”, sehingga pandangan politik dan pemikiran mereka berbeda dari Xi Jinping, dan karena itulah mereka disingkirkan.
Sementara tokoh-tokoh seperti He Weidong dan Miao Hua—yang sebelumnya disingkirkan melalui manuver Zhang Youxia—tidak memiliki pengalaman tempur, namun secara politik jauh lebih loyal kepada Xi Jinping. Di bawah arahan mereka, militer mungkin tidak menjadi lebih kuat, tetapi akan mengeksekusi perintah Xi sepenuhnya. Hal ini justru meningkatkan risiko tindakan ekspansionis atau operasi militer ke luar negeri.
Dari tujuh anggota Komisi Militer Pusat periode ke-20 PKT, kini hanya tersisa Zhang Shengmin dan Xi Jinping. Di jajaran jenderal aktif, selain Wakil Ketua KMP Zhang Shengmin dan Menteri Pertahanan Dong Jun, masih ada Panglima Komando Teater Timur Yang Zhibin dan Panglima Komando Teater Tengah Han Shengyan yang dipromosikan menjadi jenderal pada Desember lalu.
Shen Ming-shih menyatakan, sebelumnya masih ada beberapa jenderal lain yang pernah terlibat pertempuran pada 1988, namun mereka kini telah tumbang atau dicopot.
Masalah terbesar militer PKT saat ini adalah banyaknya kekosongan jabatan jenderal, khususnya para letnan jenderal yang kemungkinan besar akan terseret oleh kasus Zhang Youxia dan Liu Zhenli, lalu ikut dibersihkan. Hal ini akan mengosongkan sistem komando tingkat tinggi militer PKT.
Shen memperkirakan bahwa Zhang Shengmin, yang baru saja dipromosikan menjadi Wakil Ketua KMP, kemungkinan telah “diamankan” oleh Xi Jinping. Kini KMP hanya tersisa satu orang selain Xi, dan apakah anggota baru akan segera diangkat masih belum jelas.
Zhong Shaojun sebelumnya dipandang sebagai kandidat untuk mengisi jabatan anggota KMP. Apakah ia akan kembali tampil masih perlu diamati. Jika tidak ada sosok yang cocok, Xi kemungkinan akan menarik Menteri Pertahanan Dong Jun untuk masuk ke KMP, setidaknya agar ada dua hingga tiga orang demi menjalankan fungsi komisi tersebut.
Asisten peneliti di Institut Strategi dan Sumber Daya, Institut Riset Pertahanan dan Keamanan Taiwan, Zhong Zhidong, mengatakan kepada Epoch Times bahwa saat ini di antara anggota KMP tidak ada satu pun jenderal yang benar-benar memiliki pengalaman tempur. Zhang Shengmin sendiri adalah kader politik. Jika Xi berniat melakukan aksi militer terhadap Taiwan, kondisi ini tentu akan berdampak besar. Penyingkiran Zhang Youxia dan Liu Zhenli kali ini juga berkaitan dengan upaya Xi menunjukkan sikap ingin terus berkuasa.
Sebelumnya, akademisi Australia Yuan Hongbing mengatakan kepada Epoch Times bahwa apa yang disebut Xi Jinping sebagai “revolusi diri” melalui pembersihan besar-besaran, pada kenyataannya telah menghancurkan seluruh struktur kepemimpinan militer PKT. Tahun 2026 akan menjadi tahun terlemah bagi “tentara penjaga partai” PKT.
Komentator Li Linyi menambahkan, setelah menyingkirkan Zhang Youxia dan Liu Zhenli, tidak menutup kemungkinan Xi justru menjadi semakin nekat, bahkan berani mengambil risiko menyerang Taiwan untuk membuktikan kemampuannya. Oleh karena itu, komunitas internasional tidak boleh meremehkan situasi di Selat Taiwan. (Hui)
Sumber : NTDTV.com





