REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pola perilaku konsumen dalam merencanakan perjalanan mulai bergeser ke layanan yang serba ringkas, cepat, dan berbasis digital. Perubahan ini mendorong kebutuhan perlindungan perjalanan yang mudah diakses, transparan, dan terintegrasi dalam satu platform.
Menjawab kebutuhan tersebut, Amanyaman bekerja sama dengan PT Asuransi MSIG Indonesia meluncurkan produk asuransi perjalanan berbasis digital. Produk ini mengintegrasikan pembelian polis dan mekanisme klaim melalui platform digital, serta mulai dipasarkan kepada masyarakat sejak 1 Januari 2026.
- Produk Asuransi Jiwa Syariah Sertakan Skema Wakaf
- Sinergi Lini Bisnis Jadi Kunci Hadapi Dinamika Industri Asuransi
- Produk Asuransi Jiwa Heritage+ Resmi Meluncur
Kolaborasi ini bertujuan memperluas akses perlindungan perjalanan yang relevan dengan risiko yang dihadapi pelancong, baik untuk perjalanan bisnis maupun wisata. Skema layanan menekankan kemudahan proses, kepastian manfaat, dan fleksibilitas bagi pengguna.
Direktur Utama Amanyaman, Felix Hidayat, mengatakan kerja sama tersebut diharapkan dapat menghadirkan perlindungan perjalanan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
.rec-desc {padding: 7px !important;}“Dengan dukungan dan pengalaman panjang MSIG Indonesia di industri asuransi, kami yakin kolaborasi ini akan memperkuat posisi Amanyaman sebagai mitra proteksi perjalanan bagi masyarakat,” kata Felix dalam keterangannya pada Senin (26/1/2026).
Dari sisi penyedia asuransi, kemitraan ini dinilai sejalan dengan penyesuaian layanan terhadap perubahan perilaku konsumen. Wakil Presiden Direktur MSIG Indonesia, Bernard P Wanandi, menyebut Amanyaman memiliki keselarasan visi dalam menghadirkan solusi perlindungan yang adaptif.
“Melalui sinergi ini, kami berkomitmen memastikan setiap perjalanan, baik untuk keperluan bisnis maupun liburan, dapat dijalani dengan lebih aman dan nyaman,” ujar Bernard.
Produk asuransi perjalanan hasil kolaborasi ini mencakup perlindungan biaya medis dengan sistem nontunai, santunan keterlambatan penerbangan setelah penundaan mencapai empat jam tanpa membedakan penyebab, perlindungan terhadap risiko penolakan visa, serta penggantian biaya pemesanan ulang tiket perjalanan.
Dengan dukungan layanan digital dan jaringan berskala global, kemitraan ini diharapkan berkontribusi pada pengembangan industri asuransi perjalanan nasional yang lebih efisien dan mudah diakses.




