Jakarta, ERANASIONAL.CO. –– Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan bahwa komitmen pemerintah untuk mengupaya percepatan dekarbonisasi sektor transportasi nasional terus diperkuat seiring target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Menko AHY dalam acara Town Hall Meeting: Dekarbonisasi Transportasi Indonesia di Kemenko IPK, Jakarta, Senin (26/1).
“Sub sektor transportasi ditargetkan berkontribusi sebesar 5 persen terhadap penurunan emisi GRK sektor energi nasional pada tahun 2030. Untuk mendukung target tersebut,” ujar Menko AHY di Jakarta, Senin,
Menko AHY mengatakan kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menjaring masukan para pemangku kepentingan dalam rangka penyempurnaan Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi yang tengah disusun oleh Kementerian Perhubungan.
“Peta jalan tersebut dirancang menggunakan pendekatan teknokratik yang mencakup strategi pengurangan emisi terintegrasi di seluruh sub sektor transportasi, mulai dari transportasi darat, kereta api, laut, hingga udara. Saat ini, peta jalan untuk sub sektor darat dan kereta telah memasuki tahap finalisasi,” tambah Menko AHY.
Selain itu, lanjut dikatakan dia, Kemenko Infra juga mendorong penguatan dekarbonisasi transportasi udara melalui pembentukan Tim Nasional Pengembangan Industri Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF).
“Berbagai langkah percepatan implementasi dan pengembangan industri SAF nasional telah mulai dijalankan oleh masing-masing bidang kerja dalam tim nasional tersebut,” tandas dia.
Melalui Town Hall Meeting ini, Kemenko Infra membuka ruang dialog dan konsultasi interaktif lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, badan usaha, serta organisasi penelitian dan asosiasi.
Forum ini juga menjadi sarana diseminasi arah kebijakan transportasi berkelanjutan nasional sekaligus inisiasi proyek-proyek hijau sektor transportasi yang berpotensi memperoleh dukungan insentif fiskal, non-fiskal, dan pembiayaan hijau (green financing).




