Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, bertambah. Menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin (26/1), tercatat 17 orang meninggal dunia.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi 11 jenazah di antaranya yang merupakan warga lokal (warlok). Sementara itu, 6 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi.
“Korban meninggal dunia akibat longsor di Bandung Barat mencapai 17 orang, (11 jenazah) dari masyarakat lokal,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis (26/1).
Hasil operasi pencarian, kemudian diproses oleh tim DVI untuk proses identifikasi. Proses ini, kata Abdul, dapat dilakukan lebih cepat jika kondisi jenazah dalam keadaan utuh dan dilengkapi identitas pendukung.
“Namun, untuk jenazah berupa potongan tubuh tertentu, diperlukan waktu lebih lama untuk proses pencocokan data antemortem,” terangnya.
Adapun data sementara korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi sebelumnya, yakni:
Nurhayati, Warga RT 01/10 (Perempuan, ±50 tahun);
Sunarya Chandra, Warga RT 05/11 (Laki-laki, ±50 tahun);
Nining, Warga RT 05/11 (Perempuan);
Jajang Taryana, Warga RT 05/11 (Laki-laki);
Dadang Ajung, Warga RT 01/11 (Laki-laki);
Lina Liemayanti, Warga RT 01/11 (Perempuan, ±43 tahun).
KSAL Laksamana Muhammad Ali mengatakan 23 anggota Marinir turut menjadi korban longsor tersebut.
"Saat ini sudah diketemukan baru 4 personel dalam kondisi meninggal dunia," kata Ali di DPR, Senin (26/1).


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F26%2Ff9f8df1fc66ef099ac8e9f32b192fe25-IMG20260126104614.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483285/original/058893000_1769356791-Screenshot_20260125_221700_Instagram.jpg)