Indonesia resmi bergabung dalam Dewan Perdamaian di Gaza, bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza tak dimaksudkan untuk terlibat dalam pertempuran.
"Kita di sana utamanya lebih menjaga perdamaian. Jadi tidak untuk ikut bertempur," kata Utut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Utut menilai keterlibatan Indonesia sejalan dengan Undang-Undang Dasar 1945. Khususnya, kata dia, terkait peran Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia.
Namun, Utut menegaskan Indonesia tak akan mengirim pasukan untuk terlibat dalam pertempuran. Meskipun, dia mengatakan kepemimpinan misi tersebut nantinya berada di bawah komando jenderal dari Amerika Serikat.
"Walaupun nanti lead-nya salah satu jenderal dari US, kita juga berharap kita akan mengirimkan jenderal terbaik kita di sana dan pasukan terbaik tempur kita tetapi tidak untuk ikut bertempur," tuturnya.
"Tadi kita underline, kita tidak untuk bertempur tetapi lebih untuk menjaga perdamaian," sambung dia.
Lebih lanjut, Utut menanggapi terkait kabar iuran yang harus disetorkan sebagai bagian dari dewan tersebut. Utut mengatakan sampai saat ini belum ada alokasi khusus dalam APBN untuk keikutsertaan Indonesia dalam misi tersebut.
"Kalau dari APBN kan kita belum slot ya. APBN itu diketok tanggal 23 September tahun lalu. Ketika diketok Rp 187,1 triliun, tentu tidak ada itu," katanya.
"Nanti kalau memang ada sumber-sumber pembiayaan yang bisa dipertanggungjawabkan, tentu ini bagian dari national pride kita, kebanggaan nasional, dan tentu di dunia yang saling satu sama lain mempengaruhi, nanti akan ada keuntungan lain yang diperoleh pemerintah dan rakyat Indonesia," imbuh dia.
(rdp/rdp)



