PANGKEP, iNews.id - Jembatan penghubung antardesa dan kelurahan di Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel) ambruk pada Senin (26/1/2026) pukul 10.15 WITA. Jembatan sepanjang 16 meter dengan lebar 5,5 meter ambruk.
Jembatan tersebut menjadi akses utama menuju pasar, puskesmas, sekolah, hingga pelabuhan nelayan. Insiden terjadi diduga setelah dilalui kendaraan pengangkut material.
Jembatan yang dibangun sejak 1969 tersebut menghubungkan Desa Manakku, Desa Bontomanai, Kelurahan Pundata Baji serta Kelurahan Mangallekana.
Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh. Akses menuju Dermaga Maccini Baji, sekolah dasar dan menengah, serta layanan kesehatan terputus.
Warga kini terpaksa memutar sejauh 3–4 kilometer untuk mencapai tujuan yang sebelumnya hanya berjarak ratusan meter.
Camat Labakkang, Bahri mengatakan bahwa jembatan berusia lebih dari 50 tahun itu memang sudah mengalami penurunan struktur dan dinilai tak layak digunakan.
“Jembatan ini roboh dan tidak bisa dilewati. Kondisi ini sangat berpengaruh karena jembatan tersebut sudah menjadi akses utama masyarakat menuju pasar, puskesmas, hingga pelabuhan. Pemerintah perlu melakukan penanganan cepat,” kata Bahri.
Pemerintah kecamatan bersama BPBD, Polsek, Koramil, dan warga setempat kini melakukan penanganan awal. Dalam satu hingga dua hari ke depan, alat berat akan didatangkan untuk membersihkan material jembatan.
Sebagai langkah darurat, BPBD berencana membangun jembatan sementara khusus pejalan kaki, mengingat tingginya aktivitas warga dan anak-anak sekolah di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Pangkep, Akbar Yunus menuturkan bahwa perbaikan jembatan ini menjadi prioritas. “Insya Allah dalam 1-2 hari alat berat akan didatangkan. Untuk sementara, kami siapkan jembatan darurat bagi pejalan kaki agar aktivitas warga tetap berjalan,” katanya.
Hingga kini, jembatan penghubung di Kecamatan Labakkang masih belum bisa dilalui. Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan cepat karena jembatan ini merupakan akses vital bagi ribuan warga menuju pasar, layanan kesehatan, sekolah, dan pelabuhan nelayan.
Original Article



