Dolar Singapura Tembus Level Tertinggi dalam 11 Tahun Terhadap Dolar AS

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar dolar Singapura (SGD) menguat ke posisi tertinggi dalam lebih dari 11 tahun terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan ini terjadi di tengah melemahnya dolar AS secara global dan meningkatnya minat investor pada aset yang dinilai aman.

Dilansir dari The Straits Times, pada Senin (26/1/2026), dolar Singapura menguat sekitar 0,4% ke level 1,2678 per dolar AS. Posisi tersebut menjadi yang terkuat sejak Oktober 2014.

Penguatan ini sejalan dengan tekanan terhadap dolar AS, yang melemah akibat spekulasi pasar bahwa Amerika Serikat berpotensi terlibat dalam upaya Jepang menstabilkan nilai tukar yen melalui intervensi valuta asing.

Indeks dolar AS, yang mengukur pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama dunia, turun 0,4% ke level terendah sejak September. Pelemahan ini melanjutkan penurunan sebesar 1,6% yang terjadi pada pekan sebelumnya.

Spekulasi tersebut menguat setelah Federal Reserve Bank of New York melakukan pengecekan suku bunga Jumat, (23/1/2026). Pelaku pasar menilai langkah The Fed New York sebagai indikasi kesiapan bank sentral AS membantu Jepang melakukan intervensi langsung di pasar mata uang untuk menopang yen.

Melemahnya dolar AS tidak hanya menguntungkan dolar Singapura, tetapi juga memberi dorongan bagi mata uang Asia lainnya. Ringgit Malaysia tercatat naik ke level tertinggi sejak 2018, sementara won Korea Selatan menguat ke posisi tertinggi dalam sekitar tiga pekan terakhir.

Baca Juga

  • KPK Geledah Rumah Dinas Plt. Gubernur Riau, Sita Dokumen dan Uang Dolar Singapura
  • Tak Hanya Dolar AS, Rupiah Juga Depresiasi di Hadapan Euro, Yen, hingga Dolar Singapura
  • 3 Hakim PN Surabaya Didakwa Terima Suap Rp1 Miliar dan 308.000 Dolar Singapura

Khusus untuk dolar Singapura, penguatan nilai tukar turut ditopang oleh ekspektasi bahwa Monetary Authority of Singapore (MAS) akan mempertahankan kebijakan nilai tukarnya pada rapat kebijakan 29 Januari mendatang. Ekspektasi ini muncul seiring inflasi inti Singapura yang masih relatif stabil.

Berbeda dengan banyak bank sentral lain, MAS tidak mengandalkan suku bunga sebagai alat utama kebijakan moneter. Otoritas moneter Singapura mengelola kebijakan melalui nilai tukar efektif nominal dolar Singapura (S$NEER), yang dibiarkan bergerak dalam kisaran tertentu.

Ahli strategi valuta asing MUFG, Lloyd Chan, menilai dolar Singapura masih berpeluang menguat dalam waktu dekat.

“Dolar Singapura berpotensi menguat mendekati level 1,260 per dolar AS dalam waktu dekat,” jelasnya.

Ia juga memperkirakan MAS akan mempertahankan kebijakan nilai tukarnya pada pertemuan Januari.

Analis menilai penguatan dolar Singapura juga mencerminkan kuatnya daya tarik Singapura sebagai tujuan investasi yang relatif aman. Pasar saham yang stabil, obligasi pemerintah berperingkat AAA, serta kebijakan pemerintah yang konsisten membuat Singapura menjadi pilihan investor global di tengah ketidakpastian.

Indeks Straits Times saat ini berada di level tertinggi sepanjang sejarah, sementara dolar Singapura telah menguat sekitar 6% terhadap dolar AS dalam 12 bulan terakhir.

Ketidakpastian fiskal di Amerika Serikat dan Eropa turut mendorong aliran dana masuk ke aset Singapura. Meski demikian, sejumlah analis mengingatkan bahwa penguatan berlebihan berpotensi memicu intervensi jika nilai tukar mendekati batas atas kebijakan MAS.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kerja Kelompok: Romantisme Kolaborasi atau Beban Terselubung?
• 5 menit lalukumparan.com
thumb
Lembung Paseser dalam Cerita Foto
• 12 jam lalukompas.id
thumb
Warga Ceritakan Detik-Detik Banjir Terjang Kawasan Wisata Guci Tegal
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Update Longsor Cisarua: 34 Kantong Jenazah, 20 di Antaranya Teridentifikasi
• 45 menit lalukumparan.com
thumb
ORI029 Resmi Terbit, Simak Cara Beli dan Jadwal Lengkapnya
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.