Grid.ID - Pihak kepolisian terus mendalami kasus meninggalnya influencer Lula Lahfah yang ditemukan tak bernyawa di apartemennya di kawasan Jakarta Selatan pada Jumat (23/01/2026). Hingga kini, proses penyelidikan masih berjalan dengan mengedepankan pengumpulan keterangan saksi dan bukti pendukung.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, mengungkapkan bahwa penyidik telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi untuk mengungkap rangkaian peristiwa sebelum Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia.
“Untuk perkara ini, penyidik Polres Metro Jakarta Selatan rencananya akan memeriksa tujuh orang saksi,” kata Andaru saat ditemui di Polda Metro Jaya, Senin (26/01/2026).
Tujuh saksi tersebut merupakan orang-orang yang dinilai mengetahui atau berada di sekitar kejadian saat korban ditemukan di dalam unit apartemennya. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan kronologi kejadian tidak simpang siur di ruang publik.
Adapun saksi yang diperiksa terdiri dari asisten pribadi, asisten rumah tangga, sopir, hingga petugas keamanan apartemen. Mereka dianggap memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas terakhir Lula Lahfah.
“Yang diperiksa itu ada asisten, driver, ART, dan juga sekuriti yang pertama kali mengetahui kondisi korban,” ujar Andaru.
Dari total tujuh saksi, lima orang di antaranya telah memenuhi panggilan penyidik dan menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan. Sementara dua saksi lainnya masih menunggu kepastian jadwal kehadiran.
“Lima orang saat ini sudah diperiksa, dua lainnya masih kami tunggu konfirmasi kehadirannya,” lanjut Andaru.
Selain saksi-saksi tersebut, polisi juga berencana meminta keterangan dari Reza Arap yang diketahui memiliki kedekatan dengan Lula Lahfah. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melengkapi rangkaian fakta yang tengah disusun penyidik.
“Saudara RO alias RA juga rencananya akan diperiksa untuk diambil keterangannya,” ungkap Andaru.
Ia menegaskan, pemanggilan Reza Arap bukan dalam kapasitas sebagai terlapor, melainkan saksi yang diharapkan dapat memberikan informasi guna memperjelas situasi sebenarnya.
“Tujuannya untuk mengungkap fakta-fakta supaya tidak ada berita yang simpang siur di masyarakat,” tegasnya.
Di sisi lain, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian. Barang-barang tersebut telah dikirim ke Laboratorium Forensik Bareskrim Polri untuk diuji secara ilmiah.
“Beberapa barang bukti sudah dikirim ke Labfor untuk dilakukan uji laboratoris,” kata Andaru.
Pihak kepolisian meminta publik bersabar menunggu hasil penyelidikan secara menyeluruh. Andaru menegaskan bahwa seluruh temuan akan disampaikan secara komprehensif setelah proses pemeriksaan saksi dan hasil laboratorium rampung.
“Kami mohon waktu. Setelah fakta-fakta terkumpul, akan kami sampaikan secara lengkap,” pungkasnya.
Kasus meninggalnya Lula Lahfah hingga kini masih menjadi perhatian publik. Polisi memastikan proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan transparan untuk mengungkap fakta yang sebenarnya. (*)
Artikel Asli


