Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Bandung Barat
Kementerian Sosial (Kemensos) terus memperkuat dukungan dalam penanganan bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa pihaknya fokus membantu proses pencarian korban sekaligus memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
Hingga Minggu 25 Januari 2026 pukul 23.00 WIB, tercatat sebanyak 17 orang meninggal dunia akibat longsor, sementara 73 warga lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian tim SAR gabungan.
"Kementerian Sosial menyalurkan bantuan logistik untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi serta mendukung proses pencarian dan penanganan korban bersama pemerintah daerah dan unsur terkait," ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Kemensos pada Senin, 26 Januari 2026.
Kemudian Gus Ipul menyampaikan, Kemensos berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Basarnas, BNPB, BPBD, TNI-Polri, hingga dinas sosial daerah untuk memastikan penanganan korban berjalan optimal selama masa tanggap darurat.
Bantuan logistik disalurkan melalui Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, meliputi tenda keluarga dan tenda serbaguna, kasur, selimut, makanan siap saji, makanan anak, hingga perlengkapan sandang untuk dewasa dan anak.
Selain itu, di tingkat daerah, Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) juga mendirikan dapur umum lapangan di sekitar lokasi pengungsian. Dapur umum tersebut memproduksi sekitar 4.500 paket makanan per hari untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para pengungsi.
Bencana longsor sendiri terjadi pada Sabtu 24 Januari 2026 dini hari akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Cisarua. Kondisi tanah yang jenuh air di kawasan lereng curam menyebabkan pergerakan tanah yang menimpa permukiman warga.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan status Tanggap Darurat hingga 6 Februari 2026. Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang diduga tertimbun material longsor, meski dihadapkan pada kondisi tanah yang labil dan cuaca yang belum stabil.
Hingga saat ini, sebanyak 498 warga masih mengungsi di aula Kantor Desa Pasirlangu, sementara proses identifikasi korban meninggal dunia serta verifikasi ahli waris masih terus berlangsung.
Editor: Redaksi TVRINews


