FAJAR, JAKARTA – Teka-teki mengenai siapa amunisi baru Timnas Indonesia mulai menemui titik terang. Pelatih John Herdman telah mengantongi daftar nama pemain keturunan di Eropa yang siap dipantau untuk diproses naturalisasi.
Melalui basis data yang disusun ketat oleh Direktur Teknik Alexander Zwiers, Herdman dijadwalkan segera terbang ke benua biru. Tujuannya guna melihat langsung kualitas para pemain tersebut sebelum memberikan lampu hijau bagi PSSI untuk memulai proses perpindahan kewarganegaraan.
Proses perburuan pemain Diaspora kali ini jauh lebih profesional dan sistematis. Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, mengungkapkan bahwa peran Direktur Teknik Alexander Zwiers sangat krusial dalam menyaring nama-nama potensial berdasarkan kebutuhan taktis pelatih.
“John Herdman akan ke Eropa dan dia sudah memegang data pemain. Nama-namanya ada, hasil rekomendasi dari Alex (Dirtek). Ini berbeda dengan cara lama. Sekarang Dirtek yang mengarahkan pelatih untuk memantau profil pemain tertentu,” jelas Arya di Jakarta.
Langkah ini memastikan bahwa John Herdman tidak berangkat dengan tangan kosong. Melainkan sudah membawa target spesifik yang profilnya dianggap cocok dengan filosofi permainan yang akan ia kembangkan di skuad Garuda.
Selain mengevaluasi calon pemain naturalisasi baru, kunjungan Herdman ke Eropa juga berfungsi sebagai pemantauan rutin bagi penggawa timnas yang sudah berkarier di sana.
Nama-nama beken seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Emil Audero, hingga Ole Romeny tetap berada dalam pantauan langsung sang pelatih untuk memastikan kondisi fisik dan performa mereka tetap di level tertinggi.
Meskipun PSSI masih merahasiakan identitas detail pemain baru tersebut, sinyal kuat menunjukkan bahwa mereka adalah talenta-talenta yang berkompetisi di liga kasta utama Eropa.
“Data-Driven Scouting” Menjadi Kunci
Strategi PSSI yang kini mengandalkan Direktur Teknik sebelum menerjunkan pelatih ke lapangan memberikan beberapa keuntungan strategis.
Dengan Alexander Zwiers sebagai penyaring awal, John Herdman hanya akan melihat pemain yang secara statistik memang dibutuhkan. Hal ini meminimalisasi adanya “pembelian kucing dalam karung” atau naturalisasi pemain yang profilnya tidak cocok dengan sistem pelatih.
Perjalanan ke Eropa menjadi sangat efektif karena rute dan daftar pemain sudah dipetakan. Herdman tidak perlu membuang waktu memantau pemain yang secara administratif atau teknis belum siap.
Datangnya pelatih kepala sekelas John Herdman langsung ke stadion tempat pemain tersebut bertanding memberikan pesan kuat bahwa PSSI serius.
Hal ini sering kali menjadi faktor penentu bagi pemain muda seperti Million Manhoef atau Jairo Riedewald untuk akhirnya memantapkan hati memilih Indonesia.
Melihat komposisi skuad saat ini, spekulasi kuat mengarah pada pencarian gelandang “box-to-box” atau penyerang sayap murni. Penambahan di sektor ini akan menyeimbangkan kekuatan tim yang saat ini sudah sangat solid di lini belakang. (*)




