Permukiman Lebih Rendah dari Sungai Jadi Penyebab Banjir Jakarta Lama Surut, Pramono Ngaku Sulit Benahi Tata Ruang

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Sejumlah permukiman warga lebih rendah dari sungai menjadi penyebab banjir di sejumlah wilayah Jakarta lama surut.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustun Ningrum mengatakan, persoalan ini mengakibatkan banjir yang menggenang dipermukiman tidak bisa mengalir langsung ke sungai.

BACA JUGA:Unggah Berbagai Temuan Program MBG di Medsos Tidak Dilarang, Nanik Sudaryati Deyang: Bentuk Partisipasi Masyarakat

BACA JUGA:Update Longsor Bandung Barat: 17 Meninggal Dunia, 11 Jenazah Teridentifikasi

Seperti dipermukiman warga di kawasan Kembangan yang tepat lokasinya hanya beberapa meter dari bantaran Kali Sepak.

Terlihat, permukiman lebih rendah sekitar 2 meter dari tinggi muka air Kali Sepak yang menjadi salah satu muara aliran air dari lintas provinsi.

“Kalau teman-teman lihat, pada saat mau masuk di sini, itu banyak pemukiman warga. Perumahannya saja sudah lebih rendah daripada sungai eksisting,” kata Ika saat meninjau pengerukan Kali Sepak di Kembangan, Jakarta Barat pada Senin, 26 Januari 2026.

Karena persoalan tersebut, Dinas SDA mengandalkan sistem polder dan pompa untuk menanggulangi banjir di wilayah yang kebih rendah dari sungai.

BACA JUGA:Jambret Ku Kejar, Tersangka Ku Dapat: Kejari Sleman Kabulkan Permohonan RJ Hogi Minaya!

BACA JUGA:Menteri Imipas Agus Andrianto Targetkan Tiap Kabupaten/Kota Punya Kantor Imigrasi

Saat banjir mengepung Jakarta pada periode tanggal 12-22 Januari 2026, Dinas SDA kata Ika mengerahkan 600 pompa stasioner dan 500 pompa mobile yang tersebar di 5 wilayah Jakarta.

“Jadi memang sistem polder, sistem pompanisasi di skup-skup wilayah pemukiman padat, itu memang sangat diperlukan Pak Gubernur,” pungkas Ika.

Sementara Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengaku kesulitan membenahi tata ruang yang kondisinya lebih rendah dari aliran sungai.

"Sekarang ini yang jadi problem, di Jakarta ini kan tata ruangnya memang udah dari waktu ke waktu untuk dirubah itu sangat sulit sekali," ujarnya.

Ini diperparah dengan kebiasaan warganya yang membuang sampah sembarangan yang mengakibatkan aliran air tersumbat.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
WBA Soroti Empat Petinju Kelas Menengah Paling Berbahaya 2026: Ada Aaron McKenna Hingga Eric Priest
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Jelang Mujahadah Kubro NU di Stadion Gajayana, Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Suasana Haru Iringi Kedatangan Jenazah Korban ATR 42-500 di Soetta
• 16 jam laludetik.com
thumb
SMK Negeri 3 Sorong Dapat Akses Teknologi Mitsubishi Fuso Colt Diesel
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Tim DVI Masih Identifikasi 8 Jenazah Korban Longsor Cisarua KBB
• 5 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.