Jelang Mujahadah Kubro NU di Stadion Gajayana, Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Malang: Warga Kota Malang, Jawa Timur, diimbau untuk melakukan perjalanan lebih awal menjelang pelaksanaan Mujahadah Kubro dalam rangka Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU). Mujahadah Kubro yang dipusatkan di Stadion Gajayana pada 7–8 Februari 2026 bakal dihadiri sekitar 100.000 orang dari berbagai daerah di Jawa Timur. Selain kendaraan pribadi, hampir 1.000 bus rombongan diperkirakan akan memasuki wilayah Kota Malang dalam waktu berdekatan.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang bersama kepolisian mulai menyusun skema teknis pengaturan lalu lintas. Fokus utama diarahkan pada penentuan titik drop zone serta penyediaan kantong parkir agar kepadatan tidak terpusat di satu lokasi.

“Kemarin sudah kami survei bersama Polresta Malang Kota dan Polda. Rencana titik-titik drop zone dan parkir masih kami matangkan,” ujar Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra, Senin, 26 Januari 2026.


Kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang yang akan diterapkan larangan parkir tepi jalan khusus sepeda motor. Metrotvnews.com/Daviq Umar Al Faruq

 

Tingginya antusiasme jemaah menjadi perhatian utama dalam perencanaan. Dishub tidak hanya menyiapkan lokasi parkir, tetapi juga titik-titik pendukung yang dapat digunakan sebagai tempat singgah rombongan.

“Antusiasme jemaah diprediksi cukup besar. Kami mengoptimalkan lokasi-lokasi yang memungkinkan digunakan sebagai drop zone, tempat parkir, hingga maktab atau tempat istirahat para tamu,” jelas Widjaja.

Sejumlah koridor strategis seperti kawasan Ijen dan Semeru diproyeksikan menjadi titik drop zone. Sementara itu, parkir bus akan diarahkan ke sejumlah aset milik pemerintah daerah guna mengurangi beban lalu lintas di sekitar stadion.

“Untuk parkir, kami siapkan di Rampal, kemudian aset-aset pemerintah daerah. Jika memungkinkan dan tidak terlalu jauh, bisa juga di Islamic Center dan lokasi lainnya,” ujarnya.

Baca Juga :

Napak Tilas Restu Pendirian NU, Gus Yahya Lepas Longmarch dari Bangkalan ke Jombang
Opsi parkir tambahan juga disiapkan di sejumlah kawasan lain, seperti Ratawu, Wilis, hingga Jalan Veteran, menyesuaikan kapasitas lahan dan jarak dari lokasi kegiatan.

Dishub menegaskan, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional. Penutupan maupun pengalihan arus kendaraan dapat dilakukan jika terjadi peningkatan kepadatan.

“Penutupan jalan belum bisa dipastikan. Sifatnya insidentil, tergantung kondisi di lapangan apakah diperlukan pengalihan atau penutupan,” kata Widjaja.

Seluruh skema pengaturan lalu lintas masih dalam tahap pematangan dan berpotensi mengalami perubahan menjelang hari pelaksanaan.

Dengan skala massa yang besar, masyarakat diimbau menghindari kawasan sekitar Stadion Gajayana serta jalur-jalur menuju pusat kegiatan, memilih rute alternatif, dan memperhitungkan waktu tempuh yang lebih panjang guna menghindari kepadatan ekstrem.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cuaca Makin Ekstrem, Bencana Alam Terus Menghantui Indonesia
• 6 jam laludetik.com
thumb
Batavia Tales Hidupkan Budaya Nusantara di PIK
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
23 Prajurit Marinir Tewas dalam Longsor Cisarua
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Komisi III DPR Setujui Adies Kadir Jadi Hakim MK
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Respons Gus Alex soal Status Tersangka Kasus Kuota Haji: Saya Jalani Semuanya
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.