Dicky Kartikoyono Ungkap Fungsi Rupiah Digital yang Dikembangkan BI, Ini Bedanya dengan Stablecoin

idxchannel.com
22 jam lalu
Cover Berita

Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dicky Kartikoyono, menilai maraknya stablecoin saat ini menyimpan tantangan besar.

Dicky Kartikoyono Ungkap Fungsi Rupiah Digital yang Dikembangkan BI, Ini Bedanya dengan Stablecoin. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dicky Kartikoyono, menilai maraknya stablecoin saat ini menyimpan tantangan besar, yakni tidak adanya acuan nilai yang jelas. 

Dia mencontohkan, sebagian besar stablecoin dipatok pada aset kripto seperti bitcoin yang tidak memiliki penerbit resmi dan sangat fluktuatif.

Baca Juga:
Solikin M Juhro Jalani Fit and Proper Test Calon DG BI: Ini Kesempatan Atas Amanah Strategis

"Problem utama stablecoin saat ini benchmark-nya tidak jelas, karena dipatok ke bitcoin yang tidak ada yang menerbitkan," ujarnya dalam RDPU Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur BI Bersama Komisi XI DPR RI, Senin (26/1/2026).

Dia juga menegaskan, bahwa stablecoin tidak akan dijadikan sebagai alat pembayaran di Indonesia. Sesuai undang-undang, satu-satunya alat pembayaran yang sah tetap rupiah, baik dalam bentuk fisik maupun digital melalui Central Bank Digital Currency (CBDC).

Baca Juga:
Thomas Djiwandono Jalani Fit and Proper Test, Rupiah Respons Positif

"Stablecoin itu alat investasi, bukan alat bayar. Alat bayar di Indonesia hanya rupiah, tapi bentuknya bisa digital," kata dia.

Oleh karena itu, Bank Indonesia (BI) tengah menyiapkan rupiah digital yang akan dijadikan acuan (benchmark) bagi pengembangan stablecoin di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memperkuat ekosistem investasi digital yang aman dan kredibel.

Baca Juga:
Dicky dan Thomas Jalani Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur BI Hari Ini

BI, dalam waktu dekat akan melanjutkan Proyek Garuda sebagai pengembangan Central Bank Digital Currency (CBDC) yang berfungsi sebagai alat pembayaran, sekaligus menyiapkan instrumen baru untuk kepentingan investasi.

Instrumen investasi digital tersebut dirancang dalam bentuk Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) digital yang nilainya dijamin oleh Surat Berharga Negara (SBN) sebagai aset dasarnya. Dengan adanya benchmark berbasis SBN, Dicky berharap ekosistem aset digital di Indonesia dapat berkembang lebih sehat, transparan, dan tetap berada dalam koridor stabilitas sistem keuangan nasional.

"Kami akan terus lakukan uji coba dalam bentuk digital SRBI, sebuah instrumen aset keuangan digital yang di-backup oleh SBN,” kata dia.

Pemilihan SBN sebagai dasar aset dinilai penting karena SBN merupakan aset bebas risiko (risk free) yang selama ini menjadi acuan utama di pasar keuangan. 

"Karena itu benchmark dari risk free financial asset. Kalau benchmark-nya sudah ada, maka instrumen lain bisa mengikuti," kata dia.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Setelah Lula Lahfah Meninggal, Kucing Kesayangannya Mikasa Turut Kehilangan Pemiliknya, Dara Arafah: Belum Mau Makan
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Deputi Gubernur BI Terpilih Thomas Djiwandono Soroti Suku Bunga
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mahathir Mohamad tampil perdana ke publik di tengah masa pemulihan
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Pemkot Jaksel jamin keamanan Taman Literasi Blok M bagi pengunjung
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Jakarta Siaga Banjir, Pramono Anung Sebut Modifikasi Cuaca Digelar 27 Januari 2026
• 19 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.