Pemkot Jaksel jamin keamanan Taman Literasi Blok M bagi pengunjung

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menjamin keamanan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu Blok M bagi pengunjung demi terhindar dari kasus pelecehan perempuan dan anak.

"Taman Literasi merupakan tempat bertemunya orang atau interaksi masyarakat di sini. Jangan sampai tempat ini disalahgunakan karena akhir-akhir ini sudah mulai gelagatnya ke arah sana," kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar kepada wartawan di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu Blok M, Jakarta, Selasa.

Anwar mengatakan pihaknya telah memastikan penerangan lampu tersedia dengan baik dan keamanan dari satuan pengamanan (satpam) yang ditingkatkan sesuai aturan.

Terlebih, kawasan Blok M menjadi prioritas Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk fungsinya dikembalikan menjadi ruang interaksi publik.

"Artinya jaga tempat ini karena Pak Gubernur sudah dari awal membicarakan beliau akan mengembalikan marwah Blok M seperti tahun 80-an. Sekarang sudah kembali, interaksi masyarakat dengan buka trayek dan sebagainya fasilitas diperbaiki," ucapnya.

Baca juga: Pemkot Jaksel tegaskan ruang publik harus aman dari pelecehan

Oleh karena itu, ia mengapresiasi pengelola Blok M Hub dan Taman Literasi Martha Tiahahu sebagai tuan rumah yang telah menunjukkan respon cepat dan tanggap dalam mengamankan pelaku pelecehan seksual yang terjadi di area tersebut.

"Ini adalah contoh nyata bahwa pengelola ruang publik memiliki peran penting dalam melindungi warga. Semoga kejadian serupa tidak terulang kembali di ruang publik kita," ucapnya.

Kemudian, selain Taman Literasi Blok M, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan juga telah mempersiapkan pengelolaan Taman Bendera Pusaka yang akan segera diresmikan.

Dengan meningkatkan keamanan dan kenyamanan setiap taman, dipastikan Jakarta Selatan siap menyambut visi Jakarta Kota Global.

"Tentunya bagaimana caranya dalam menyambut kota global kita siapkan sarana prasarana termasuk sumber daya manusia (SDM) yang ada," ucapnya.

Baca juga: Warga Jakarta diminta tak ragu laporkan aksi pelecehan seksual

Jakarta Selatan tercatat menangani sebanyak 460 kasus atau peringkat kedua dengan kasus kekerasan perempuan dan anak terbanyak di Jakarta.

Sebelumnya, seorang warga negara asing (WNA) yang diduga melakukan tindakan eksibisionisme di Taman Literasi, Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Sabtu (10/1) siang pukul 12.30 WIB.

Polisi mengaku kesulitan mendalami kasus tersebut karena minim bukti.

Selain itu, di lokasi kejadian juga tidak terdapat kamera pengawas (CCTV), sementara petugas keamanan tidak melihat langsung kejadian tersebut dan kendala bahasa membuat komunikasi dengan pelaku terhambat.

Diimbau, pengelola taman agar memasang CCTV dan meminta petugas keamanan segera menghubungi kepolisian jika kejadian serupa terulang.

Baca juga: 36 kasus pelecehan seksual terjadi di Commuter Line dan KAJJ pada 2025


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
China Caplok Perusahaan Tambang Emas Afrika Senilai Rp 67 T
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Oknum Dosen di Parepare Diduga Lecehkan Mahasiswi, Sering Kirim Pesan Mesum
• 4 jam lalueranasional.com
thumb
Bantah Dapat Kuota Tambahan Haji Ilegal, Bos Maktour: Kami Hanya Diminta Mengisi
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Lestari Moerdijat Tekankan Pentingnya Keluarga Aman bagi Perempuan
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Bea Cukai Dorong Daya Saing dan Kinerja Ekspor Nasional Lewat Asistensi Ekspor
• 2 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.