Bisnis.com, JAKARTA — Strategic Partner Manager Google for Education, Ganis Samoedra Murharyono mengungkap momen pertemuan antara bosnya Colin Marson selaku Head of Education Google Asia Pacific dengan Nadiem Makarim.
Hal tersebut disampaikan Ganis saat menjadi saksi dalam sidang kasus Chromebook di PN Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).
Mulanya, jaksa penuntut umum (JPU) menangakan soal pertemuan Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim dengan Google di ruang kerja Kemendikbudristek. Ganis pun mengamini momen pertemuan itu.
"Seingat saya, pimpinan saya pernah bertemu ke kementerian, bertemu dengan Pak Nadiem," ujar Ganis.
Kemudian, Colin tak sendiri saat bertemu dengan Nadiem. Sebab, Putri Ratu Alam selaku Head Public Policy dan Government Relations Google Indonesia juga hadir dalam pertemuan itu sekitar Februari 2020.
Ganis menyampaikan dalam pertemuan itu untuk membahas tindak lanjut soal program Google for Education, salah satunya soal penggunaan Chromebook.
Baca Juga
- Sidang Kasus Chromebook, Kubu Nadiem Tuding Saksi dari JPU Tertekan dan Diarahkan
- Jaksa Bantah Giring Saksi di Sidang Chromebook
- Eks Direktur di Kemendikbudristek Mengaku Dapat Uang Rp117 Juta Terkait Proyek Chromebook
"Apakah ada Pak Colin Marson menyatakan, ya kan, dia menyebutkan bahwasanya "Nadiem Anwar Makarim sudah sepakat untuk menggunakan produk-produk Google for Education, salah satunya adalah penggunaan Chromebook untuk setiap sekolah-sekolah yang ada di Indonesia dan spesifikasi teknis akan diganti menggunakan Chrome OS." Benar keterangan ini?" tanya jaksa.
Singkatnya, setelah pertemuan itu Ganis diminta Collin untuk melakukan survey dengan ke sejumlah sekolah terkait penggunaan Chromebook. Ganis juga ditemani oleh tim Kemendikbudristek dalam survei tersebut.
"Pada waktu pertemuan itu sendiri, untuk membicarakan mengenai langkah survei atau due diligence ke sekolah-sekolah yang sudah menggunakan solusi Chromebook tersebut," ujar Ganis.




