Sidang Kasus Chromebook, Saksi Bongkar Pertemuan Google dan Nadiem di Kantor Kemendikbud

liputan6.com
11 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Ganis Samoedra Murharyono selaku Strategic Partner Manager Google for Education didatangkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook dengan terdakwa eks Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim. Dalam kesaksiannya, Ganis mengakui adanya pertemuan pimpinan Google dengan Nadiem Anwar Makarim di kantor kementerian.

Pengakuan itu disampaikan Ganis Samoedra Murharyono, saat diperiksa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (26/1/2026). Ganis menyebut pimpinan Google yang menemui Nadiem adalah Colin Marson Head Of Education Asia Pacific dan Putri Ratu Alam, Head Public Policy dan Government Relations.

Advertisement

Pertemuan berlangsung di ruang kerja menteri guna membahas tindak lanjut kerja sama Google for Education.

"Ada. Setahu saya adalah Colin Marson dan Ibu Putri Alam," ujar Ganis menjawab pertanyaan jaksa.

"Colin Marson dan Bu Putri Ratu Alam melobi bertemu Pak Nadiem," tanya Jaksa.

"Betul. Tahu dari Colin Marson, setelah pertemuan tersebut Bapak Colin Marson memanggil saya untuk minta bertemu dengan Bapak Ibrahim," jawab Ganis.

Usai pertemuan itu, Ganis mengaku meminta melanjutkan koordinasi dengan seseorang bernama Ibrahim Arief atau Ibam. Pertemuan lanjutan itu tidak dilakukan dengan pejabat kementerian, melainkan pihak di luar kementerian.

Dalam pertemuan tersebut, Ganis menyebut telah dibicarakan langkah survei atau due diligence ke sekolah-sekolah yang menggunakan Chromebook.

"Pada waktu pertemuan itu sendiri, untuk membicarakan mengenai langkah survei atau due diligence ke sekolah-sekolah yang sudah menggunakan solusi Chromebook tersebut," ucap Ganis.

Dia juga mengakui adanya penyerahan spesifikasi teknis terkait penggunaan Chrome OS.

"Spesifikasi teknis betul, ada," ucap dia.

Kesepakatan Nadiem–Google, Chromebook Disiapkan Masuk Sekolah

Ganis menegaskan, dari pimpinan Google disampaikan bahwa sudah ada kesepakatan dengan Nadiem terkait penggunaan produk Google for Education, termasuk Chromebook, di sekolah-sekolah Indonesia. Spesifikasi teknis pun disebut akan diarahkan menggunakan Chrome OS.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Ganis bersama tim melakukan persiapan kunjungan ke sejumlah sekolah untuk melihat langsung penggunaan Chromebook.

"Di Indonesia lah gitu. Untuk dilihat langsung dari dekat oleh timnya kementerian waktu itu, untuk melihat dari dekat dan bisa melakukan survei dan bertanya langsung dengan pihak sekolahnya dan muridnya dan gurunya," ucap dia.

Dalam kunjungan tersebut, Ganis mengaku didampingi Ibrahim Arief dan seorang bernama Angga. Keduanya bukan pejabat kementerian. Ganis menduga mereka merupakan konsultan teknologi informasi yang dekat dengan Nadiem.

"Orangnya Pak Menteri? Orangnya Nadiem," tanya Jaksa

"Kalau saya duga seperti itu. Kan saya ketemunya di kantor kementerian dengan beliau, dengan Pak Ibrahim dan Pak Angga itu adanya ketemunya di kantor kementerian," ujar Ganis.

Ganis menyebut seluruh komunikasi teknis tidak dilakukan dengan pejabat kementerian, melainkan dengan pihak-pihak di luar struktur birokrasi yang diyakininya sebagai orang-orang Nadiem.

"Berarti Saudara tidak melakukan komunikasi dengan orang kementerian, tetapi komunikasinya dengan orang-orang di luar kementerian, yaitu Pak Ibrahim dan Pak Angga," tanya Jaksa

"Betul," tegas Ganis.

Infografis Kronologi Kasus Nadiem Makarim hingga Ditetapkan Tersangka Korupsi Chromebook. (Liputan6.com/Abdillah)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pasar Pertanian RI Dilirik AS, Potensi Dagangnya Besar
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Jalan Raya Bogor Rusak Parah, Pengendara Sering Jatuh
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Layvin Kurzawa Mengaku Antusias Bermain di Persib Bandung
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Random Play Dance K-Pop + Kesempatan Terbang ke Korea: KOREA KAJA Vol.2 Jadi Ruang Ekspresi & Inspirasi #AnehTapiNyata bagi Anak bayou
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Prospek Ekonomi Dunia 2026 Masih Suram, Ini Peringatan World Economic Forum
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.