Nurra Datau Riset IT ke ITC Demi Peran Hacker di Film Esok Tanpa Ibu

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Aktris Nurra Datau berperan sebagai Zila, remaja yang memiliki kemampuan hacking dalam film terbaru Base Entertainment dan Beacon Film, bertajuk Mothernet atau Esok Tanpa Ibu.

Nurra Datau menyebut Zila sangat bertolak belakang dengan kepribadian aslinya. Ia mengaku bukan sosok yang akrab dengan dunia teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.

"Untuk mendalami karakter ini sebetulnya cukup menantang karena aku jauh dari teknologi. Kebetulan aku tuh cukup 'gaptek' (gagap teknologi) ya," ujar Nurra Datau dalam jumpa pers di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Demi menutupi celah tersebut, Nurra melakukan riset mendalam. Ia tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga terjun langsung berdiskusi dengan para praktisi di bidang teknologi informasi.

"Jadi aku banyak ngobrol sama teman-teman aku yang memang kerjanya di IT. Aku banyak belajar tentang bahasa coding, dan gimana sih cara hacker berfungsi," tambah Nurra.

Putri Sha Ine Febriyanti ini, tak segan melakukan riset dengan mendatangi pusat perbelanjaan ITC yang dikenal memiliki komunitas teknisi dan pegiat IT, bahkan hingga ke lingkaran yang lebih tertutup.

"Jujur, sempat nongkrong dan melihat orang coding di ITC, itu sempat. Ada teman yang rekomendasikan tempat underground gitu. Aku sempat visit dan bergaul, lumayan buat menambah referensi," ungkap Nurra.

Dalam film ini, karakter Zila digambarkan sebagai remaja yang mencari pelarian melalui teknologi. Nurra menjelaskan bahwa Zila memiliki keterbatasan dalam hal support system di dunia nyata.

"Menurutku Zila juga karakter yang enggak terlalu punya support system yang utuh. Tapi batasan yang sudah terlalu berlebih. Di situ, memang Zila sudah berlebihan menggunakan teknologi, dia pun jadi lebih sadar dan merasa khawatir," jelas Nurra.

Mothernet, atau Esok Tanpa Ibu, berkisah tentang perjalanan anak yang berusaha menyambung kembali komunikasi dengan ibunya yang sedang dalam kondisi koma, melalui bantuan kecerdasan buatan (AI).

Film kolaborasi internasional ini, telah menarik perhatian di berbagai festival film sebelum resmi tayang. Film ini membawa narasi soal bagaimana teknologi bisa menjadi jembatan sekaligus jurang dalam hubungan manusia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kapal Penumpang Tenggelam di Laut Selatan Filipina, 15 Orang Tewas
• 25 menit laluidntimes.com
thumb
Jelang Mujahadah Kubro NU di Stadion Gajayana, Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Thomas Djiwandono Menjalani Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur BI di Komisi XI DPR
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Indonesia Punya Peluang Besar Masuk Peta Global AI-Melek Teknologi
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ketahanan Pangan Berbasis Komunitas, Intip Strategi PNM Perkuat Gizi Masyarakat
• 13 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.