Menhan Menghadap Presiden Prabowo di Hambalang, Laporkan Situasi Tanah Air

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Menhan menyampaikan bahwa situasi nasional pada saat Presiden berangkat ke luar negeri itu dalam kondisi.

Menhan Menghadap Presiden Prabowo di Hambalang, Laporkan Situasi Tanah Air

IDXChannel - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dipanggil menghadap Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, pada Minggu lalu (25/1/2026).

Sjafrie menyampaikan jika dirinya tak sendiri, tapi dia juga bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) M. Herindra. Mereka melaporkan terkait situasi dan kondisi selama Presiden meninggalkan Tanah Air.

Baca Juga:
Menhan Ungkap Prabowo Siapkan 20 Ribu Pasukan Perdamaian untuk Dikirim ke Gaza

"Beliau meminta laporan situasi pada saat beliau meninggalkan Tanah Air," kata Menhan usai rapat bersama Komisi I DPR RI, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Dalam laporannya, Menhan menyampaikan bahwa situasi nasional pada saat Presiden berangkat ke luar negeri itu dalam kondisi aman, terjaga, dan terkendali.

Baca Juga:
Ketika Prabowo, Purbaya dan Menhan Sjafrie Dikelilingi Tumpukan Uang Rp6,6 Triliun

"Tidak ada hal-hal yang ganjil yang terjadi, yang menganggu stabilitas nasional selama beliau meninggalkan Tanah Air," katanya.

Selain itu, dia juga melaporkan mengenai tugas yang dibebankan kepada TNI untuk melaksanakan Satgas Kuala, dalam rangka memperdalam sedimentasi muara sampai hulu dari Sungai Tamiang. Satgas ini sudah berjalan sejak tanggal 14 Januari.

Baca Juga:
Bank Mandiri Bersama Kemenhan Bangun Lima Jembatan Bailey di Wilayah Bencana Sumatera

"Dan nanti pada bulan Februari ini, lumpur yang berada di muara itu akan disedot ke tongkang, kemudian kita simpan, dan kita cek kadar dari lumpur itu sendiri, apakah ada hal-hal yang memperlukan perhatian khusus dari kadar lumpur itu," kata dia.

Tak hanya itu, Menhan juga melaporkan kepada Presiden tentang tugas-tugas dinamis yang dilaksanakan oleh TNI AD, dengan Satgas Jembatannya. 

"Sedangkan lain-lain yang beliau minta supaya dilakukan oleh TNI dan Kemhan adalah efisiensi, kemudian akuntabilitas di dalam mengelola anggaran, yang diberikan negara ke TNI, dengan memperhatikan penegakan hukum bagi mereka-mereka yang melakukan penyimpangan dan penyelewengan terhadap penggunaan anggaran," katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BPKH Akui Investasi Emas Dana Haji Masih Terkendala Pasar Korporasi
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Nurra Datau Riset IT ke ITC Demi Peran Hacker di Film Esok Tanpa Ibu
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 26 Januari Tembus Rp2,415 Juta per Gram, Buyback Rp2,580 Juta
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
BPBD: Seluruh Genangan di Jakarta Telah Surut
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Aturan Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 26 Januari 2026 Kembali berlaku, Awal Pekan Semakin Ketat
• 15 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.