GenPI.co - Viral di media sosial minuman es gabus yang dijual di masyarakat diduga mengandung bahan berbahaya seperti Polyurethane Foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spons cuci.
Narasi bahaya minum di es gabus ini beredar luas di media sosial dan dianggap menyesatkan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengakui adanya isu viral ini di masyarakat.
“Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya," kata dia, dikutip Senin (26/1).
Roby menjelaskan Tim Keamanan Pangan Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polda Metro Jaya memeriksa seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar, dan cokelat meses dari pedagang di sejumlah wilayah di Jakarta.
Sebelumnya, ada laporan menduga jajanan es gabus ini terbuat dari bahan Polyurethane Foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spons cuci.
“Barang dagangan milik pedagang kami amankan untuk diuji lebih lanjut," beber dia Roby.
Reskrim Polsek Kemayoran menuju lokasi di wilayah Utan Panjang, Kemayoran, untuk memastikan kebenaran laporan ini.
Tak hanya itu, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Krimsus) juga menelusuri tempat pembuatan es di Depok, Jawa Barat.
Pihaknya memastikan makanan tersebut aman dan layak konsumsi setelah diuji di Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.
Dia menegaskan tidak ada penggunaan bahan berbahaya maupun material spons PU Foam.
Dia mengimbau masyarakat supaya tidak mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Isu seperti ini cepat sekali viral di media sosial, padahal belum tentu benar. Kami minta masyarakat lebih bijak, cek faktanya terlebih dahulu,” jelas dia.(ant)
Lihat video seru ini:




