Pantau - Palang Merah Indonesia Kota Bukittinggi, Sumatera Barat bersama relawan Universitas Borobudur turun langsung membantu membersihkan sisa material banjir bandang di Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, yang terdampak bencana pada akhir November 2025.
Kegiatan tersebut difokuskan pada pembersihan rumah-rumah warga yang masih tertimbun lumpur dan material banjir bandang.
Kepala Markas PMI Kota Bukittinggi Ahmad Jais menyampaikan keterangan itu saat kegiatan pembersihan di Kabupaten Agam pada Senin 26 Januari 2026.
Ahmad Jais mengatakan personel PMI bersama relawan Universitas Borobudur dikerahkan untuk membantu masyarakat terdampak secara langsung.
"Hari ini PMI bersama relawan dari Universitas Borobudur membersihkan rumah-rumah warga yang masih terdampak material banjir," ungkap Ahmad Jais.
Selain rumah warga, pembersihan juga dilakukan pada selokan dan drainase yang tersumbat material banjir bandang.
PMI mengerahkan satu unit truk tangki air bersih untuk mendukung kegiatan tersebut.
PMI juga mengoperasikan tiga unit pompa air guna membersihkan sisa lumpur dan material banjir yang masih mengendap.
Ahmad Jais menjelaskan bahwa kegiatan pembersihan ini merupakan tindak lanjut dari arahan dan instruksi Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla.
"Arahan dari Pak Jusuf Kalla, kami diminta untuk membersihkan rumah-rumah warga, gorong-gorong hingga fasilitas umum yang terdampak bencana," ujarnya.
PMI sebelumnya telah melakukan komunikasi dengan warga sejak banjir bandang melanda Malalak pada Rabu 26 November 2025.
PMI baru dapat turun langsung ke lokasi bencana satu hari setelah kejadian karena akses jalan sempat terputus akibat banjir bandang.
Hingga saat ini, PMI telah melakukan berbagai kegiatan kemanusiaan di wilayah terdampak.
Kegiatan tersebut meliputi pencarian dan evakuasi korban banjir bandang.
PMI juga memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat terdampak.
Selain itu, PMI menyediakan layanan ambulans bagi warga yang membutuhkan.
PMI turut menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di wilayah bencana.
Salah seorang warga Nagari Malalak Timur bernama Camcen menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran PMI dan para relawan.
Camcen mengaku masyarakat sangat terbantu sejak awal bencana terjadi.
"Kami sangat senang dan terbantu karena bantuan ini memang dibutuhkan masyarakat yang terdampak bencana," ungkap Camcen.




