BTN Targetkan Akuisisi Perusahaan Asuransi pada 2026, Fokus Tekan Premi KPR

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) tengah mengajukan usulan kepada Danantara Indonesia untuk memperoleh izin akuisisi perusahaan asuransi yang ditargetkan terealisasi pada tahun 2026.

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menyatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan rencana tersebut kepada pemerintah melalui Danantara.

"Oh kita memang masih ngusulin ke pemerintah dalam hal ini Danantara, untuk kita boleh mengakuisisi satu perusahaan yang asuransi terutama," ungkapnya.

Fokus pada Kebutuhan Mortgage Insurance

Menurut Nixon, langkah ini berkaitan erat dengan kebutuhan akan mortgage insurance atau asuransi hipotek yang saat ini belum dimiliki BTN.

"Karena memang kita butuh mortgage insurance hari ini. Karena kalau yang sekarang kan adanya asuransi kebendaan dan asuransi apa namanya jiwa gitu ya," ia menjelaskan.

Mortgage insurance dibutuhkan untuk melindungi pemberi pinjaman dari risiko kerugian apabila debitur gagal membayar angsuran Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

BTN berharap dengan memiliki perusahaan asuransi sendiri, mereka bisa menyediakan skema penjaminan kredit dengan premi yang lebih murah bagi nasabah.

"Kita pengen tuh bisa di package jadi satu semacam penjaminan kredit yang lebih murah nantinya preminya. Karena kalau preminya mahal kan kasihan KPR-nya. Itu aja sih," katanya.

Masih dalam Tahap Usulan, Target Realisasi di Semester II 2026

Rencana akuisisi ini masih berada dalam tahap awal dan baru dimasukkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) BTN.

"Kita baru masukin RBB, tapi belum presentasi, lagi minta waktu Danantara," jelas Nixon.

Selain akuisisi perusahaan asuransi, BTN juga menyiapkan sejumlah aksi korporasi lainnya yang ditargetkan terlaksana pada semester II 2026.

BTN berencana mendirikan anak usaha di sektor asuransi umum dengan kebutuhan modal sebesar Rp250 miliar.

Selain itu, BTN juga akan membentuk perusahaan pembiayaan (multifinance) dengan nilai investasi sekitar Rp3-5 triliun.

Untuk mendukung ekspansi bisnis, BTN berencana memperkuat permodalan hingga Rp2 triliun.

BTN juga akan melakukan penerbitan bonds atau wholesale funding senilai hingga Rp4 triliun yang direncanakan dilakukan secara bertahap mulai semester I hingga semester II 2026.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
6 Fakta Terbaru Polemik Denada dan Ressa Rizky Rossano, Tiga Kali Mangkir Mediasi hingga Datang ke Jakarta
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Diserang Komentar Miring, Reza Arap Tegaskan Janji Perbaiki Nama Lula Lahfah
• 19 jam laluintipseleb.com
thumb
Anggota DPR Cecar Menteri LH: Apa Harus Bencana Dulu Baru Ada Pencabutan Izin?
• 7 jam laludetik.com
thumb
Lima Orang Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Jalan Padang Panjang-Bukittinggi
• 8 jam lalukompas.id
thumb
Mensesneg Tegaskan Pemerintah Fokus Tangani Banjir dan Longsor Bandung Barat
• 11 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.