Jakarta, IDN Times - Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, menuduh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, berusaha membentuk “Perserikatan Bangsa-Bangsa baru” melalui inisiatif yang disebut Dewan Perdamaian. Pernyataan itu disampaikan Lula pada Jumat (23/1/2026), saat menanggapi rencana Trump yang disebutnya bertentangan dengan prinsip multilateralisme global.
Lula yang dikenal sebagai pemimpin berhaluan kiri menolak keras inisiatif tersebut. Ia menyoroti struktur Dewan Perdamaian yang menetapkan kursi tetap seharga 1 miliar dolar AS (Rp16,7 triliun) dengan Trump sebagai ketua, yang menurutnya dapat menciptakan ketimpangan baru dalam tata politik internasional.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476769/original/082480900_1768798173-4.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5351436/original/075591100_1758049411-noqcog0f.jpg)