Penegasan Komisi III DPR RI: Polri Tetap di Bawah Presiden

viva.co.id
17 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Komisi III DPR RI menegaskan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Polri berada di bawah Presiden langsung dan tidak berbentuk kementerian.

Penegasan itu disampaikan Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman saat membacakan kesimpulan rapat kerja bersama Kapolri dan Kapolda seluruh Indonesia, yang berisi delapan poin percepatan reformasi Polri di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Senin.

Baca Juga :
Posisi Polri di Bawah Presiden Dinilai Sudah Ideal, Ini Alasannya
PKB Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden, Singgung Warisan Pemikiran Gus Dur

"Komisi III DPR RI menegaskan bahwa kedudukan Polri berada di bawah Presiden langsung dan tidak berbentuk kementerian, yang dipimpin oleh Kapolri yang diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan DPR RI sebagaimana diatur dalam Pasal 7 TAP MPR Nomor VII/MPR/2000 dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," katanya.

Habiburokhman melanjutkan poin lainnya dalam kesimpulan adalah Komisi III mendukung maksimalisasi kerja Kompolnas untuk membantu Presiden dalam menetapkan arah kebijakan Polri dan memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam pengangkatan dan pemberhentian Kapolri sebagaimana diatur dalam Pasal 8 TAP MPR Nomor VII/MPR/2000.

Ilustrasi Polri.
Photo :
  • Istimewa

Poin berikutnya adalah Komisi III menegaskan bahwa penugasan anggota Polri untuk menduduki jabatan di luar struktur organisasi Polri bisa dilakukan berdasarkan Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 10 Tahun 2025.

"Karena sudah sesuai dengan Pasal 30 ayat (4) UUD 1945 dan materi tersebut akan dimasukkan dalam perubahan Undang-Undang Polri dan materi tersebut akan dimasukkan dalam Perubahan UU Polri," katanya.

Kemudian, Habiburokhman mengatakan bahwa Komisi III DPR RI akan memaksimalkan pengawasan terhadap Polri berdasarkan Pasal 20A UUD 1945 serta meminta pengawasan internal Polri diperkuat dengan terus menyempurnakan Biro Wassidik, Inspektorat, dan Propam.

Selanjutnya, komisi tersebut menegaskan bahwa perencanaan dan penyusunan anggaran Polri yang saat ini dilaksanakan dengan prinsip berbasis akar rumput (bottom up) yang diawali dari usulan kebutuhan dari masing-masing satuan kerja jajaran Polri yang disesuaikan dengan pagu anggaran dari Kementerian Keuangan, mulai dari pagu indikatif, pagu anggaran, dan alokasi anggaran sampai menjadi DIPA Polri dengan mempedomani mekanisme penyusunan anggaran yang diatur dalam PMK Nomor 62 Tahun 2023 dan PMK Nomor 107 Tahun 2024, sudah sesuai dengan semangat reformasi Polri dan harus dipertahankan.

Baca Juga :
Komisi III Setujui Adies Kadir Jadi Calon Hakim MK
Rapat di DPR, Kapolri Sebut Layanan 110 Sudah Sesuai Standar PBB
Kapolri Tolak Polri di Bawah Kementerian: Sama Saja Melemahkan Institusi Polri!

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Peredaran Ganja Terstruktur di Jakarta Utara Terbongkar, Empat Tersangka Diamankan
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Tampil Jalur Tuan Rumah, Pelatih Timnas Futsal Indonesia Kantongi Kekuatan Pesaing Piala Asia Futsal 2026 dengan Analisa Lawan
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Breaking News! Pagi-Pagi IHSG Sudah Ambruk 1,13%
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hari Ketiga SAR Longsor Cisarua, BNPB: 13 Kantong Jenazah Ditemukan
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pedagang Es Gabus yang Dituduh Pakai Spons Tak Lagi Dagang: Saya Takut Dikeroyok
• 4 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.