Parlemen Iran Kecam Resolusi Parlemen Eropa soal IRGC dan Hak Asasi Manusia

pantau.com
21 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Parlemen Iran mengecam keras resolusi yang baru saja disahkan oleh Parlemen Eropa, yang dinilai sebagai bentuk intervensi dalam urusan dalam negeri Iran dan tuduhan tidak adil terhadap Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Resolusi Eropa dan Tuduhan Terhadap IRGC

Pada Kamis, 22 Januari 2026, Parlemen Eropa mengesahkan sebuah resolusi yang menuduh pemerintah Iran melanggar hak asasi manusia dalam kerusuhan yang terjadi baru-baru ini.

Dalam resolusi tersebut, Parlemen Eropa juga menyerukan agar IRGC ditetapkan sebagai organisasi teroris.

Menanggapi hal ini, pada Minggu, 25 Januari 2026, para anggota parlemen Iran menyampaikan kecaman keras dan menyebut langkah tersebut sebagai "intervensi nyata dalam urusan dalam negeri Iran."

Parlemen Iran menyatakan bahwa tuduhan terhadap IRGC tidak berdasar, mengingat pasukan tersebut justru memainkan peran utama dalam memerangi terorisme di kawasan Asia Barat.

"Penetapan IRGC sebagai organisasi teroris adalah tuduhan yang tidak adil," ungkap pernyataan resmi parlemen Iran.

Iran Tuduh Parlemen Eropa Alihkan Perhatian dari Masalah Internal

Dalam pernyataannya, Parlemen Iran menuding resolusi itu sebagai upaya menutupi kegagalan Parlemen Eropa dalam menangani persoalan internal Uni Eropa.

Selain itu, parlemen Iran juga menyebut terdapat bukti yang menunjukkan keterlibatan dinas intelijen asing dalam mendalangi kerusuhan di Iran.

Disebutkan bahwa kelompok-kelompok teroris yang memicu kerusuhan memiliki "hubungan secara langsung dan terorganisasi dengan dinas intelijen negara-negara tertentu, yang memimpin dan mendukung pembunuhan warga Iran dalam kerusuhan tersebut," ungkap pernyataan itu.

Parlemen Iran menegaskan bahwa Parlemen Eropa dan sejumlah pemerintah Eropa harus memikul tanggung jawab hukum dan politik atas dukungan terhadap kelompok-kelompok yang mereka anggap sebagai pelaku tindakan teroris di Iran.

Kerusuhan di Iran sendiri bermula pada akhir Desember tahun sebelumnya, dipicu oleh depresiasi tajam mata uang rial.

Unjuk rasa yang awalnya berlangsung damai kemudian berubah menjadi aksi kekerasan, menyebabkan korban jiwa serta kerusakan pada fasilitas publik seperti masjid, gedung pemerintah, dan bank.

Pemerintah Iran menyalahkan Amerika Serikat dan Israel atas eskalasi kerusuhan tersebut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
TNI Harap Masalah Tukang Es Kue Jadul di Jakpus Tak Berlarut: Salah Paham
• 40 menit laludetik.com
thumb
KPAI: Narasi Penolakan MBG Keliru, Anak Butuh Pendekatan Psikologis dan Medis
• 10 jam lalusuara.com
thumb
UBM Resmikan Ekosistem Pembelajaran Modern, Integrasikan Literasi, Kreativitas, & Teknologi
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Jejak Diplomasi Prabowo Gelorakan Kedaulatan Palestina, dari Menhan hingga Presiden
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Tim SAR Temukan 38 Jenazah Korban Longsor Cisarua, Proses Identifikasi dan Evakuasi Terus Berlanjut
• 19 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.