Nadiem Bantah Isi BAP Soal Petinggi Google Minta Beli Layanan CDM

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim membantah telah diminta petinggi Google Colin Marson untuk membeli layanan Chrome Device Management (CDM).

Hal tersebut disampaikan saat Nadiem bertanya kepada Strategic Partner Manager Google for Education, Ganis Samoedra selaku saksi pada sidang kasus Chromebook pada Senin (26/1/2026).

Mulanya, Nadiem menanyakannya soal pertemuannya dengan petinggi Google yang membahas soal program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek.

Secara spesifik Nadiem mempertanyakan berita acara pemeriksaan (BAP) yang menyinggung kesepakatan program Google for Education, termasuk Chromebook.

"Tetapi di BAP Bapak tiba-tiba ditambahkan ada koma, termasuk Chromebook. Sekarang saya tanya sekali lagi. Apakah yang Bapak maksudkan yang Colin Marson bilang ke Bapak adalah mengenai Google Suite for Education atau mengenai Chromebook?" tanya Nadiem.

"Dua-duanya," ujar Ganis.

Baca Juga

  • Saksi Sidang Ungkap Momen Pertemuan Nadiem dengan Petinggi Google
  • Sidang Kasus Chromebook, Kubu Nadiem Tuding Saksi dari JPU Tertekan dan Diarahkan
  • Nadiem Bantah Beri Kewenangan Lebih ke Jurist Tan di Kemendikbudristek

Setelah itu, Nadiem kembali mencecar Ganis soal BAP-nya yang menyatakan Colin meminta Nadiem untuk memasukkan pembelian CDM agar Google mendapatkan keuntungan. 

Menurut Nadiem, hal ini mustahil karena Colin merupakan petinggi di Google Asia Pasifik untuk mendapatkan keuntungan melalui cara tersebut. Namun, Ganis tetap memberikan sesuai keterangan pada BAP.

"Ini terakhir Pak. Jadi Bapak harus hati-hati sekali dengan yang pertanyaan kedua ini. Dan yang ketiga Pak Ganis, Pak Ganis juga di dalam BAP menyebut bahwa suatu hal yang hampir mustahil terjadi, bahwa Colin Marson secara pribadi menyuruh saya sebagai Menteri secara langsung, ya, Colin Marson meminta Nadiem Anwar Makarim untuk memasukkan CDM agar Google bisa mendapat keuntungan. Ini statement Bapak di BAP. Dari mana Colin Marson, dua level di bawah Head of Asia Pacific, menelepon saya atau bukan menelepon, meminta saya untuk memasukkan CDM dalam...," kata Nadiem.

Belum selesai menjelaskan, hakim pun meminta agar Nadiem langsung memberikan pertanyaan pokoknya. Dalam hal ini, Ganis tetap menyatakan sesuai keterangan pada BAP-nya.

Setelah itu, Nadiem membantah soal adanya pertemuan dengan Colin pada November dan Maret untuk membahas Chromebook. Bahkan, dia juga menyanggah soal Colin yang meminta Nadiem untuk membeli CDM agar Google dapat untung.

"Untuk menutup, saya ingin menyanggah dua statement ini yang tidak benar sama sekali. Yang pertama adalah bahwa di bulan Maret ada interaksi apapun dengan Colin Marson. Dan ini dilihat daripada BAP-nya Putri Alam tidak ada sama sekali di dalam BAP Putri Alam. Termasuk pertemuan di November salah, Colin Marson di Maret salah, dan juga mengenai saya diminta oleh Colin Marson untuk itu. Saya ingin menyanggah secara formal Yang Mulia, bahwa itu adalah statement yang bohong," pungkas Nadiem.

Sekadar informasi, dalam dakwaan jaksa menyatakan kasus ini merugikan negara Rp2,1 triliun. Dari kerugian itu, jaksa sempat menyinggung kerugian negara itu diakibatkan oleh pengadaan CDM sebesar Rp621 miliar yang dinilai tidak bermanfaat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Proses Belajar Mengajar di 3 Provinsi Pascabencana Kembali Berjalan 100%
• 13 jam laludetik.com
thumb
IES 2026 Didorong Jadi Forum Strategis Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KPK Usut Dugaan Peran Kesthuri sebagai Pengepul Uang Kuota Haji ke Oknum Kemenag
• 20 menit lalukompas.com
thumb
40.302 Ether (ETH) Kembali Diserok Bitmine (BMNR)
• 45 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ini yang Buat Persib Bandung Terpincut dengan Dion Markx
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.