Kedubes AS bersama dengan Kementerian Pertanian AS (USDA) akan menggelar Festival Rasa Amerika yang digelar di Sarinah, Jakarta Pusat, pada 31 Januari hingga 1 Desember mendatang.
Penasihat Pertanian dari USDA, Lisa Ahramjian, mengatakan event tersebut merupakan event baru yang bertujuan untuk mempromosikan produk pertanian AS di Indonesia.
"Menurut kami, event yang akan digelar pada akhir pekan ini di Sarinah akan menjadi kesempatan unik untuk menikmati pertanian, rasa, dan budaya Amerika yang terbaik. Ini juga akan menjadi momen yang menyenangkan karena tahun ini Amerika Serikat akan merayakan HUT ke-250," kata Lisa dalam press briefing di Kedubes AS, Jakarta Pusat, Senin (26/1).
Lisa mengatakan, dalam Festival Rasa Amerika pihaknya akan membawa 13 kelompok industri pertanian AS yang akan memamerkan produk mereka di Sarinah.
Produk yang akan dipamerkan di antaranya seafood Alaska, keju California, apel Washington, nasi japonica, produk kacang-kacangan, pistachio, daging, kurma Medjool, hingga produk kapas asal AS.
Ada berbagai kegiatan yang bisa dinikmati masyarakat Jakarta khususnya dalam Festival Rasa Amerika pada akhir pekan mendatang. Di antaranya demo memasak bersama sejumlah chef selebriti, promo diskon bagi pengunjung yang datang dan membeli produk-produk AS.
Selain itu, ada pula demonstrasi membuat tempe, lomba membuat kue dengan produk kismis asal AS, dan fashion show yang memamerkan baju yang dibuat dengan kapas produk AS dengan desain yang terinspirasi dari batik Indonesia.
"Ada juga promosi virtual di mana masyarakat bisa melihat bagaimana produk seafood Alaska diproduksi, bagaimana wujud kebun apel (Washington), dan sawah gandum. Ketiga produk ini tidak diproduksi di Indonesia, sehingga ini akan menjadi pengalaman yang baik bagi warga Indonesia untuk melihat dari mana produk-produk itu berasal," tuturnya.
Lisa mengatakan, sebelum Festival Rasa Amerika dimulai terlebih dulu akan digelar misi perdagangan pertanian antara AS dan Indonesia. Menurut Lisa, misi perdagangan pertanian ini akan menjadi peluang besar untuk memasukkan produk pertanian tambahan AS ke pasar Indonesia.
"Jadi, perusahaan-perusahaan AS yang datang untuk misi perdagangan akan mengadakan pertemuan dengan berbagai pembeli dan importir Indonesia dan berupaya mencari pembeli baru untuk produk mereka," jelasnya.



