jpnn.com - JAKARTA – Beredar video di media sosial menampilkan figur menyerupai Kepala BKN Zudan Arif berisi informasi pendaftaran seleksi CPNS 2026 dan mengarahkan masyarakat ke tautan tidak resmi.
Kepala BKN Prof Zudan menegaskan bahwa video tersebut bukan merupakan video resmi dan tidak pernah dikeluarkan oleh BKN.
BACA JUGA: Beredar Informasi Rekrutmen CPNS dan PPPK 2026, Waspadalah!
Ditegaskan bahwa video berpotensi mengandung risiko kejahatan siber.
Dikutip dari keterangan resmi Humas BKN, video tersebut diketahui beredar melalui platform TikTok dan diunggah oleh akun bernama @pppk.tenaga.kesehatan.
BACA JUGA: Honorer Tersisa Urusan Pemda, Kalau Pengin jadi ASN Ikut Seleksi Saja
BKN segera melakukan penelusuran serta pemeriksaan mendalam guna memastikan keaslian konten yang beredar.
Berdasarkan hasil analisis forensik digital, BKN memastikan bahwa video tersebut merupakan hasil manipulasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI) atau deepfake.
BACA JUGA: Pengumuman: Tak Ada Jadwal Pembahasan Honorer pada Semua Rapat Komisi II DPR
Rekayasa tersebut memalsukan wajah dan suara sehingga menyerupai sosok Kepala BKN Zudan Arif.
Secara teknis, video tersebut tidak memenuhi unsur rekaman autentik, baik dari sisi visual, audio, perilaku biologis wajah, konsistensi pencahayaan, maupun metadata digital.
“Seluruh informasi yang disampaikan dalam video tersebut adalah tidak benar (hoaks) dan tidak pernah diumumkan melalui kanal resmi BKN,” kata Prof. Zudan, Minggu (25/1).
“Oleh karena itu, video tersebut tidak dapat dijadikan rujukan informasi apa pun. BKN juga menyatakan tidak bertanggung jawab atas dampak yang timbul akibat penyebarluasan maupun penyalahgunaan konten tersebut,” tegas Prof Zudan.
Dia mengimbau masyarakat agar waspada dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang mengatasnamakan pejabat atau institusi negara, terutama yang beredar di media sosial dan disertai tautan mencurigakan.
Masyarakat diharapkan untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi BKN dan tidak ikut menyebarluaskan konten yang belum terkonfirmasi kebenarannya. (sam/jpnn)
Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu




