GenPI.co - Pengamat politik Adi Prayitno menilai kecil kemungkinan islah politik antara keluarga besar Wapres Gibran Rakabuming Raka dengan PDIP.
Adi Prayitno awalnya menyinggung langkah Gibran yang mengirimkan karangan bunga kepada Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, saat ulang tahun ke-79 pada 23 Januari 2026.
“Menariknya, belum ada respons resmi oleh para kader PDIP terkait kiriman bunga tersebut,” katanya dikutip dari akun YouTube miliknya, Selasa (27/1).
Dia menilai pengiriman bunga itu, membuat publik melihat hubungan Gibran dan PDIP naik-turun. Dulunya berjuang bersama, dan kini tidak baik-baik saja.
Adi mengungkapkan Gibran memiliki hubungan yang kental dengan partai politik berlambang banteng moncong putih tersebut.
Sebab, Gibran merupakan putra sulung Joko Widodo (Jokowi), sosok yang sekitar 22 tahun bersama PDIP.
Dia menyampaikan PDIP mengusung Jokowi sebagai Wali Kota Solo dua periode. Kemudian, dua tahun menjadi Gubernur DKI Jakarta dan dua periode menjabat Presiden.
“Jokowi, termasuk keluarga besarnya, tidak bisa dipisahkan (dari PDIP). Bahkan, Wapres Gibran saat menjadi Wali Kota Solo, tiketnya dari PDIP,” ujarnya.
Adi Prayitno menuturkan hubungan PDIP dengan keluarga besar Jokowi, termasuk Gibran, mulai tidak baik-baik saja pada Pilpres 2024.
Hubungan kurang harmonis tersebut, disebabkan dua pihak memiliki kepentingan politik yang berbeda.
Adi Prayitno mengatakan hubungan para elite politik yang naik dan turun, merupakan hal wajar terjadi di Indonesia.
Dia pun menyebut Gibran yang tidak lagi menjadi bagian keluarga besar PDIP, belum menentukan sikap politiknya hingga kini.
“Yang jelas, kalau dengan PDIP, seperti sulit untuk islah politik. Pintunya (PDI) sudah tergembok,” ucapnya. (*)
Jangan sampai ketinggalan! Kamu sudah lihat video ini ?




