Keponakan Prabowo Terpilih Jadi Duputi Gubernur BI, Ini Harapan Menkeu Purbaya

merahputih.com
8 jam lalu
Cover Berita

MerahPutih.com - Thomas Djiwandono telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan calon deputi gubernur BI. Ia terpilih dan akan disahkan di Sidang Paripurna DPR lalu dilantik Mahkamah Agung.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berharap Thomas Djiwandono, salah satu Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) yang terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), bisa mempertimbangkan kepentingan fiskal dalam penyusunan kebijakan moneter.

“Harapannya, dia (Thomas) bisa memberikan masukan yang lebih kuat ke kebijakan moneter yang juga turut memasukkan concern di fiskal,” ujar Purbaya kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin.

Purbaya menambahkan, masukan tersebut bukan berarti kebijakan fiskal menguasai kebijakan moneter, melainkan bersifat masukan yang lebih komprehensif.

Baca juga:

DPR tak Permasalahkan Keponakan Presiden Prabowo, Thomas Djiwandono, Jadi Deputi Gubernur BI, Tegaskan Bisa Diterima Semua Golongan Prabowo

“Setelah di sana, ya dia di sana. Saya nggak bisa mengendalikan dia. Cuma kan kalau pemikirannya lebih luas, dia bisa memberikan warna yang berbeda ke diskusi kebijakan moneter di sana,” tuturnya.

Komisi XI DPR RI melalui Rapat Internal telah memutuskan untuk menyetujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI, menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri dari jabatannya pada 13 Januari 2026.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menjelaskan, rapat internal tersebut juga diawali dengan rapat pimpinan Komisi XI bersama para pimpinan Kelompok Fraksi (Poksi).

“Telah dilakukan kesepakatan melalui proses musyawarah mufakat dan kemudian dimasukkan dalam rapat internal di Komisi XI bahwa yang diputuskan untuk menjadi Deputi Gubernur BI pengganti Juda Agung yg mengundurkan diri adalah Thomas Djiwandono,” kata Misbakhun di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

Keputusan Komisi XI, yang memilih keponakan Presiden Prabowo Subianto ini akan dibawa ke dalam Rapat Paripurna pada Selasa (27/1) untuk diberikan persetujuan oleh pimpinan DPR RI.

Ketika ditanya mengenai pertimbangan Komisi XI atas keputusan ini, Misbakhun mengatakan bahwa Thomas merupakan figur yang bisa diterima oleh semua partai politik.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sisi Gelap Penjarahan Fasilitas Jakarta: Antara Desakan Perut Urban dan Lemahnya Sistem Pengawasan
• 5 jam lalusuara.com
thumb
8 Negara Eropa Desak Rusia Stop Serang Infrastruktur Energi Ukraina
• 16 jam laluidntimes.com
thumb
Arteta Minta Suporter Tetap Dukung Pemain Arsenal
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
DJP Sebut 711 Ribu WP Sudah Lapor SPT Pajak Jelang Akhir Januari 2026
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Kanada Tolak Perjanjian Dagang Bebas dengan China, Usai AS Ancam Tarif 100 Persen
• 8 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.