Jakarta, IDN Times - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) merilis laporan Strategi Pertahanan Nasional pada Jumat (23/1/2026). Dokumen tersebut menjelaskan bahwa fokus utama militer AS bukan lagi untuk menangkal kekuatan China, melainkan pada keamanan dalam negeri dan wilayah Belahan Barat.
China kini bergeser menjadi prioritas nomor dua bagi Pentagon. Dalam laporan sebelumnya pada 2022, Beijing digambarkan sebagai pesaing strategis paling signifikan bagi AS, sebagian karena klaim teritorialnya di Laut China Selatan dan perilaku agresifnya terhadap sekutu Washington, mengutip NBC News.
Pada laporan terbarunya, Pentagon menyatakan AS harus mencegah Negeri Tirai Bambu melalui kekuatan, bukan konfrontasi. Departemen Pertahanan akan menyediakan kekuatan militer untuk diplomasi visioner dan realistis Presiden Donald Trump, sehingga menciptakan kondisi keseimbangan kekuatan di Indo-Pasifik, yang memungkinkan semua pihak menikmati perdamaian yang layak.





