Populasi Ikan Sapu-sapu Meledak di Ciliwung, Pramono Mengaku Belum Paham

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku belum mengetahui persoalan meningkatnya populasi ikan sapu-sapu di Sungai Ciliwung yang disebut berdampak pada ekosistem sungai.

Hal itu disampaikan Pramono saat ditanya wartawan mengenai dominasi ikan sapu-sapu di Sungai Ciliwung, di sela kegiatan pengerukan Kali Sepak, Jakarta Barat, Senin (26/1/2026).

Pramono mengatakan dirinya belum memahami persoalan tersebut dan meminta penjelasan dari Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta.

“Yang pertama urusan ikan nanti tolong dijawab, Bu. Saya yang terus terang nggak, nggak ngerti sama sekali,” kata Pramono.

Baca juga: Ciri Siomay Ikan Sapu-sapu, Warna Lebih Gelap dan Bau Lebih Amis

Ia menambahkan, keterbatasan pemahaman membuatnya belum dapat memberikan tanggapan lebih jauh terkait isu tersebut.

“Mohon maaf, saya belum mengerti,” ujarnya.

Untuk diketahui, ikan sapu-sapu saat ini mendominasi sejumlah titik di Sungai Ciliwung.

Keberadaan ikan tersebut kerap dianggap mengganggu keseimbangan ekosistem karena menggeser populasi ikan lokal.

Salah satu pihak yang aktif menyoroti persoalan ini adalah Arief Kamarudin (34), konten kreator yang dikenal rutin membersihkan ikan sapu-sapu dari sungai.

Baca juga: Perjalanan Ikan Sapu-sapu, dari Kali Ciliwung ke Gerobak Siomay

Kompas.com sempat menyambangi Arief saat ia mencari ikan sapu-sapu di bantaran Sungai Ciliwung, kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).

Saat itu, Arief menceburkan diri ke sungai dengan kedalaman setinggi dada orang dewasa. Ia menyisir pinggiran sungai sambil meraba sela-sela akar dan bebatuan licin.

Meski air tampak keruh dan sampah plastik mengambang di beberapa titik, Arief terlihat lincah dan terlatih.

Beberapa menit kemudian, Arief muncul ke permukaan dengan senyum lebar. Seekor ikan sapu-sapu berukuran besar menggeliat di tangannya.

Awalnya, Arief tidak pernah berniat menangkap ikan sapu-sapu. Stigma sebagai ikan yang tidak layak konsumsi membuat nelayan sungai enggan mendapatkannya.

Baca juga: Banyak Ikan Sapu-sapu di Kali Pertanda Baik atau Buruk? Ini Kata Ahli

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Namun, ketika ikan baung semakin jarang ditemukan dan hasil jala justru didominasi ikan sapu-sapu, muncul pertanyaan besar di benaknya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Damai Hari Lubis dan Eggi Sudjana Polisikan Roy Suryo dan Ahmad Khozinudin
• 16 jam laludetik.com
thumb
Top Skor Proliga 2026: Taylor Sander di Puncak, Megawati Kejar Ozsoy
• 5 jam lalugenpi.co
thumb
AC Milan OTW Dapat Cuan Fantastis, Jurnalis Italia Sebut Klub Liga Inggris Siap Permanenkan Permata Rossoneri di Bursa Transfer
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Ingat, Tak Ada PJJ jika Cuaca Jakarta Cerah
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Polisikan Roy Suryo
• 10 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.