PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) kembali memperkuat kiprahnya di sektor logistik nasional dengan menandatangani Kontrak Angkutan Material Pembangunan Proyek PLTA Cisokan di Kabupaten Bandung Barat pada 26 Januari 2026. Kontrak ini menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap proyek strategis nasional (PSN) yang digarap pemerintah.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan MPXL, James S. Chandra, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan perjanjian tripartit yang melibatkan PT PLN Indonesia Power UBP Suralaya, PT MPX Logistics International Tbk, serta PT PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah.
"PT MPX Logistics International, Tbk melakukan penandatanganan kontrak Perjanjian Kerjasama Triparty terkait Pengangkutan dan Pemanfaatan Limbah Abu Batubara antara PT PLN Indonesia Power UBP Suralaya, PT MPX Logistics International Tbk, dan PT PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah untuk Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pemerintah di proyek PLTA Cisokan, Kabupaten Bandung Barat," kata James.
Baca Juga: Diversifikasi Bisnis, MPX Logistics (MPXL) Bentuk Anak Usaha Baru
Kontrak kerja sama ini akan berlaku selama satu tahun dengan estimasi nilai mencapai Rp19 miliar. Menurut James, kesepakatan tersebut memberi kepastian atas keberlangsungan aktivitas operasional perseroan.
"Penandatangan perjanjian kontrak ini memberikan kepastian jangka panjang atas kegiatan operasional PT MPX Logistics International Tbk dan berdampak positif terhadap kinerja kondisi keuangan perusahaan," ujarnya.
Sebagai informasi, MPXL dikenal sebagai salah satu pengangkut limbah abu terbang dan abu dasar (FaBa) terbesar yang terdaftar di Kementerian Lingkungan Hidup. Perseroan memiliki keahlian khusus dalam jasa transportasi untuk industri konstruksi, serta pengalaman bekerja sama dengan berbagai mitra domestik maupun internasional dalam proyek pembangunan nasional.
Baca Juga: Penjualan Listrik Hijau PLN Naik 19,65% di 2025
Di sisi lain, MPXL juga terus mengakselerasi ekspansi bisnis. Perseroan sebelumnya resmi menambah portofolio usaha melalui pendirian anak perusahaan baru, PT Tambang Raya Sejahtera. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas lini bisnis sekaligus memperkuat struktur grup.
PT Tambang Raya Sejahtera akan berfokus pada sektor perdagangan besar. Kegiatan usahanya meliputi perdagangan besar bahan bakar padat, cair, dan gas serta produk YBDI dengan KBLI Nomor 46610, perdagangan besar logam dan bijih logam (KBLI Nomor 46620), serta perdagangan besar mineral bukan logam (KBLI Nomor 46641).
James menegaskan, "Pendirian entitas anak merupakan bentuk penunjang dari kegiatan usaha Perseroan guna mengembangkan diversifikasi bisnis Perseroan yang diharapkan dapat memberikan pendapatan usaha dan ekspansi Grup Perseroan."




