GenPI.co - Anggota Komisi VIII DPR Selly Andriany Gantina merespons soal pengangkatan petugas SPPG dalam program makan bergizi gratis (MBG) menjadi ASN.
Selly mengatakan pengangkatan petugas SPPG menjadi ASN tersebut, menjadi momentum untuk memperhatikan nasib guru honorer di Kemenag.
“Ini bukan menolak program pemenuhan gizi. Ini mengenai keadilan proritas negara,” katanya dikutip dari Antara, Selasa (27/1)
Dia mengungkapkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sudah menggontorkan uang negara, belasan hingga ratusan triliun rupiah untuk program baru.
“Kita tidak boleh menutup mata nasib guru madrasah yang hidup dengan honor Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu per bulan,” ujarnya.
Politikus PDIP itu menyampaikan guru madrasah adalah garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dia menyingung kondisi sebagian besar madrasah yang berdiri di atas tanah wakaf dan dikelola swadaya oleh rakyat.
“Jutaan anak bangsa terdidik, karakter terbangun, dan nilai keagamaan terjaga. Tetapi, guru selalu di barisan terakhir, ketika bicara keadilan kepegawaian,” ujarnya.
Selly menyoroti kondisi guru madrasah swasta yang sudah lulus passing grade seleksi PPPK tahun 2023.
Namun, nasib mereka sampai saat ini, masih belum mendapatkan pengakuan sebagai pelamar prioritas. (ant)
Video heboh hari ini:


