Kasus Nipah Muncul Lagi di India, Indonesia Perketat Kesiapsiagaan

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Nisa Alfiani

TVRINews, Jakarta

Meningkatnya kembali kasus infeksi virus Nipah di India memicu respons cepat dari sejumlah negara. Taiwan dan Thailand kini memperketat pemeriksaan kesehatan di pintu masuk internasional, sementara Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, menyebutkan bahwa virus Nipah memiliki tingkat fatalitas tinggi dan dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi hewan pembawa, terutama kelelawar buah.

“Risiko penularan bisa terjadi dari konsumsi buah yang terkena air liur atau urine kelelawar. Kami minta masyarakat lebih teliti, jangan mengonsumsi buah yang tampak rusak atau bekas gigitan,” ujar dr. Nadia, Selasa (27/1/2026).

Kemenkes menegaskan pentingnya mencuci dan mengupas buah hingga bersih sebelum disantap. Selain itu, interaksi langsung dengan hewan yang berpotensi terinfeksi juga harus dihindari.

Lebih lanjut, pemerintah mengimbau masyarakat untuk memperkuat daya tahan tubuh melalui gaya hidup bersih dan sehat.

“Cuci tangan dengan sabun, makan makanan bergizi, istirahat cukup, dan rutin beraktivitas fisik merupakan langkah sederhana yang sangat efektif untuk menekan risiko penularan,” tambah dr. Nadia.

Bagi warga yang sedang atau akan bepergian ke India maupun negara yang melaporkan kasus Nipah, Kemenkes menekankan agar mematuhi seluruh protokol kesehatan dari otoritas setempat. Pengawasan mandiri setelah kembali ke Tanah Air juga menjadi langkah penting.

Warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila dalam 14 hari usai kepulangan mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, sesak napas, muntah, hingga tanda gangguan saraf seperti penurunan kesadaran atau kejang.

Virus Nipah dikenal sebagai penyakit zoonosis serius yang dapat menyebabkan infeksi pernapasan berat hingga radang otak (ensefalitis), dengan tingkat kematian yang dilaporkan mencapai 40–75 persen.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
DPRD Kota Malang Tegaskan Sekolah Gratis Tetap Berjalan di Tengah Pemangkasan Anggaran Pusat
• 12 jam lalurealita.co
thumb
Keseruan Fun Mini Soccer Konten Kreator Dukung Jersey Produk UMKM Lokal
• 13 jam lalumerahputih.com
thumb
Cara Lapor SPT Tahunan PNS, TNI, dan Polisi di Coretax
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kursi Panas PAW RMS di DPR RI: Istri Bupati Luwu Menguat, Putri Dakka Klaim Masih Kader
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Kapolri Rela Tinggalkan Jabatan Jika Polri di Bawah Kementerian
• 16 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.