MEMILIH buah dan sayuran yang tampak sehat ternyata tidak menjamin kebebasan dari residu kimia. Penelitian terbaru mengungkapkan adanya hubungan erat antara jenis produk pangan yang dikonsumsi dengan jejak pestisida yang ditemukan dalam urine manusia, bahkan hanya dalam waktu satu hari setelah dikonsumsi.
Studi yang dipimpin Dr. Alexis M. Temkin dari Environmental Working Group (EWG) ini menganalisis pola paparan kimia yang berasal dari pilihan konsumsi harian. Meskipun sinyal pada urine ini tidak serta-merta membuktikan adanya penyakit, data ini menunjukkan apa yang kita makan secara langsung memengaruhi beban kerja tubuh untuk membersihkan zat kimia.
Indeks Beban Pestisida: Mana yang Paling Berisiko?Untuk membandingkan tingkat paparan secara adil, tim peneliti menyusun indeks beban pestisida yang menggabungkan jumlah residu, frekuensi deteksi, dan tingkat toksisitas. Hasilnya cukup mengejutkan bagi konsumen harian.
Baca juga : Bahaya Tersembunyi Pestisida, Risiko Parkinson Bisa Naik Dua Kali Lipat
Bayam menempati urutan teratas dengan skor 100, diikuti oleh kale (99) dan stroberi (97). Skor tinggi ini muncul karena banyaknya jenis bahan kimia per sampel dan total residu yang tetap terdeteksi meski sudah dibilas. Secara keseluruhan, laboratorium mendeteksi 178 jenis pestisida unik pada berbagai sampel makanan.
Sebaliknya, bahan pangan seperti jagung manis dan bawang bombay berada di peringkat bawah. Memilih jenis ini dapat menjadi alternatif bagi konsumen untuk mengurangi paparan tanpa harus berhenti mengonsumsi sayuran.
Tantangan Deteksi pada KentangSalah satu temuan menarik dalam studi ini adalah kasus kentang. Awalnya, data urin tampak datar meskipun peserta mengonsumsi produk tinggi pestisida. Namun, setelah kentang dikeluarkan dari analisis, kaitan antara asupan makanan dan biomarker kimia dalam urin menjadi jauh lebih kuat.
Baca juga : Zat Kimia Sehari-hari Ternyata Rusak Bakteri Baik di Usus
Peneliti menduga hal ini terjadi karena kentang sering dikonsumsi dalam bentuk olahan seperti kentang goreng atau keripik, di mana proses pengolahan dan penyimpanan yang lama mungkin mengubah profil kimia yang terdeteksi oleh ginjal.
Apakah Mencuci Saja Cukup?Kebiasaan di dapur memang dapat mengurangi sebagian jejak pestisida, terutama pada permukaan kulit dan daun. EPA merekomendasikan untuk menyikat produk di bawah air mengalir guna meluruhkan bahan kimia di permukaan.
Namun, ada catatan penting bagi konsumen: beberapa pestisida bersifat sistemik, yang berarti zat tersebut terserap ke dalam jaringan tanaman saat tumbuh. Dalam kasus ini, mencuci atau mengupas kulit tidak akan bisa menjangkau residu yang berada di bawah permukaan.
Panduan bagi KonsumenBagi pembeli yang memiliki keterbatasan anggaran untuk membeli produk organik, para peneliti menyarankan untuk mengacu pada daftar Clean Fifteen (lima belas bahan pangan paling bersih) dan tetap mencuci semua produk dengan saksama.
Penelitian yang diterbitkan dalam The International Journal of Hygiene and Environmental Health ini menegaskan bahwa pilihan pangan harian memiliki dampak terukur pada tubuh. Meski demikian, para ahli mengingatkan agar masyarakat tidak berhenti mengonsumsi buah dan sayur karena nilai nutrisinya tetap sangat penting bagi kesehatan. (Earth/Z-2)





