Jakarta, IDN Times - Pemerintah Bangladesh melayangkan protes terhadap India karena mengizinkan mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina menyampaikan pidato publik di New Delhi pada Jumat (23/1/2026). Kementerian Luar Negeri Bangladesh, pada Minggu (25/1/2026), mengaku terkejut atas keputusan otoritas India yang memberikan panggung politik kepada Hasina yang berstatus buronan.
Dhaka menilai tindakan India telah mencederai hubungan kedua negara. Bangladesh khawatir pidato Hasina akan mengganggu jalannya pemilu pada Februari mendatang.
"Pemerintah dan rakyat Bangladesh terkejut dan syok. Mengizinkan acara itu terjadi di ibu kota India dan membiarkan pembunuh massal Hasina secara terbuka menyampaikan ujaran kebenciannya merupakan penghinaan terhadap rakyat dan Pemerintah Bangladesh," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Bangladesh, dilansir WION.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462232/original/013223100_1767517916-UI.jpg)

