Bak Drama Istana! Video Mantan Perwira Bongkar Penangkapan Jenderal Zhang Youxia, Elite Militer Bungkam, Gelombang Pengunduran Diri Guncang PLA

erabaru.net
11 jam lalu
Cover Berita

Setelah Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC) Partai Komunis Tiongkok (PKT) Zhang Youxia dan Kepala Staf Gabungan Komisi Militer Pusat (CMC) Liu Zhenli ditangkap, berbagai bocoran detail bermunculan, bak drama istana versi modern. Seorang perwira purnawirawan dari Grup Angkatan Darat ke-31 PKT mengungkapkan bahwa saat ini militer PKT sudah kacau. Para perwira setingkat resimen ke atas ramai-ramai mengajukan laporan pengunduran diri dan alih tugas. Para petinggi militer juga enggan menyatakan dukungan kepada Xi Jinping. Dalam waktu dekat dikhawatirkan akan terjadi peristiwa besar.

EtIndonesia. Pada 24 Januari 2026, Kementerian Pertahanan PKT secara tiba-tiba mengumumkan bahwa Wakil Ketua CMC Zhang Youxia dan Kepala Staf Gabungan CMC Liu Zhenli “diduga terlibat pelanggaran disiplin dan hukum berat”, dan keduanya resmi diselidiki. Meski rumor telah beredar beberapa hari sebelumnya, kecepatan pengumuman resmi ini tetap mengejutkan opini publik.

Pada 26 Januari, YouTuber “Zhen Guandian” melalui pembawa acara Zhen Fei merilis sebuah video, mengaku memperoleh informasi dari seorang mantan perwira Grup Angkatan Darat ke-31 PKT mengenai detail penangkapan Zhang Youxia serta kondisi terkini militer PKT. Grup Angkatan Darat ini pernah menjadi tempat dinas Miao Hua dan He Weidong, dan perwira tersebut pernah bekerja bersama mereka.

Menurut penuturan perwira senior yang dikutip oleh “Zhen Guandian”, setelah Zhang Youxia ditangkap, semua orang terkejut dan tidak menyangka seorang mantan komandan senior seperti Zhang bisa “ditangkap dengan begitu mudah”. 

Kini, para perwira setingkat resimen dan distrik militer ke atas ramai-ramai mengajukan pengunduran diri dan alih status, pada dasarnya melepaskan tanggung jawab. Tidak ada yang tahu kapan “api” akan menjalar ke diri mereka. Akibatnya, departemen organisasi kewalahan dan hanya bisa meneruskan laporan “berlapis-lapis ke atas”.

Yang lebih serius, Xi Jinping meminta para komandan grup angkatan darat menyatakan sikap mendukungnya, namun para komandan umumnya memilih diam. Perwira senior tersebut mengatakan bahwa setelah menjatuhkan Zhang Youxia, Xi meminta pernyataan sikap dari para komandan, tetapi tidak ada yang berbicara. Tidak ada yang mau menjadi orang pertama yang menentang Zhang Youxia, karena di militer sangat menjunjung senioritas dan Zhang memiliki wibawa tinggi. Tidak ada yang mau menyatakan dukungan kepada Xi Jinping. Menurutnya, “Xi sama sekali tidak punya wibawa di militer, caranya terlalu licik.”

Ia menyebutkan bahwa saat ini militer melakukan perlawanan pasif. Jika berlanjut, pasukan akan lumpuh—tidak ada yang mau bekerja, semua memilih “rebahan” sebagai bentuk protes. Hal ini diperkirakan akan membuat Xi Jinping frustrasi. 

Selanjutnya, Xi mungkin akan kembali mengangkat orang-orang baru, memunculkan “gelombang baru” figur seperti He Weidong dan Miao Hua. Namun semua orang sudah ketakutan dan tidak ada yang mau bekerja sama dengannya.

Mengenai proses penangkapan Zhang Youxia, perwira tersebut menilai hampir pasti terjadi bentrokan bersenjata. Dengan jabatan Zhang, pengawalan dekatnya kemungkinan berasal dari kekuatan khusus tingkat tertinggi dalam sistem militer, yakni Unit 82—Korps Polisi Bersenjata, Resimen Mobil Kedua—salah satu dari lima pasukan khusus elit teratas di seluruh sistem militer. Pengawal Zhang diperkirakan adalah anggota Pasukan Komando Snow Leopard.

Soal siapa yang bertindak, ia menilai pasukan yang terlibat adalah pasukan kepolisian di bawah Menteri Keamanan Publik Wang Xiaohong. Sistem ini merupakan versi peningkatan kekuatan kepolisian daerah, dengan keunggulan dalam penegakan hukum perkotaan dan respons cepat. Pasukan kepolisian Zhongnanhai, khususnya pengawal pribadi pemimpin, mendapat pelatihan khusus seperti anti-pembunuhan dan anti-penembak jitu, sehingga bukan polisi biasa, melainkan setara pasukan khusus militer.

Ia menyatakan bahwa pasukan elit Snow Leopard “bahkan sampai dikalahkan oleh pasukan kepolisian Wang Xiaohong”. Karena itu, militer, menurutnya, tidak akan menelan ini begitu saja. “Cepat atau lambat mereka akan membalas dendam, bahkan melakukan pembalasan berdarah terhadap Kementerian Keamanan Publik.”

Terkait penangkapan Zhang, beredar dua versi di internet. Pertama, Xi Jinping telah lama merencanakan penangkapan Zhang Youxia, berpura-pura bekerja sama dengan Zhang dan para tetua, menunggu waktu yang tepat untuk “menjatuhkan dalam satu serangan”. Versi kedua menyebutkan Zhang Youxia dan Liu Zhenli merencanakan kudeta militer, namun rencana itu dibocorkan dua jam sebelum terjadi, sehingga Xi berhasil melakukan serangan balik dan menangkap 17 perwira militer.

Perwira senior tersebut mengatakan dirinya lebih condong pada versi pertama: bahwa ini adalah serangan mematikan yang telah lama direncanakan Xi Jinping, dengan menggandeng Wang Xiaohong dan pihak lain untuk melatih pasukan polisi secara rahasia, lalu menekan pasukan Snow Leopard saat penangkapan berlangsung.

Ia juga menyebut Liu Yuan, namun menilai “kemungkinan besar juga sudah dikendalikan”. Menurutnya, jika ada tokoh berwibawa tinggi di militer yang memimpin, “seluruh Tentara Pembebasan Rakyat sangat mungkin akan terlibat perang besar dengan kepolisian”.

Mengenai perkembangan selanjutnya, ia memperkirakan dalam sepuluh hingga lima belas hari ke depan, militer PKT akan menghadapi peristiwa besar. Xi Jinping dinilai sama sekali tidak mampu memimpin militer; moral pasukan telah runtuh. Seluruh militer kini berada dalam keadaan diam—protes tanpa suara. 

Meski perintah Xi turun berlapis-lapis, tidak ada respons di tingkat bawah. Para komandan grup angkatan darat tidak menyatakan sikap—itu sendiri sudah merupakan sebuah sikap. Pada akhirnya, “yang kemungkinan akan menjadi gila adalah Xi Jinping sendiri”, dan “seluruh dunia sedang menunggu untuk menertawakan dia”.

Namun, untuk informasi di atas, New Tang Dynasty saat ini belum dapat memastikan kebenarannya. (***)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gempa M 5,7 Guncang Pacitan, Getaran Terasa hingga Bali
• 12 jam lalumerahputih.com
thumb
Warga Jateng Waspadai Hujan Lebat-Angin Kencang hingga Februari
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Jatuhnya Jenderal Zhang Youxia dan Isu Kudeta Nuklir di Era Xi Jinping
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Komisi Yudisial Rapat Bareng Komisi III: Minta Tambahan Anggaran-Revisi UU KY
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Rocky Gerung Bela Dokter Tifa, Tegaskan Riset soal Ijazah Jokowi Tak Bisa Dipidana
• 7 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.