Bisnis.com, JAKARTA – PT OCBC Sekuritas Indonesia memandang optimistis kinerja indeks harga saham gabungan sepanjang 2026. Di tengah volatilitas yang belakangan terjadi, kinerja indeks diperkirakan mampu menguat hingga 10.000 di tahun ini.
Direktur Utama OCBC Sekuritas Betty Goenawan, memprediksi bahwa laju IHSG pada tahun ini akan banyak didorong oleh saham-saham yang tergabung dalam sektor komoditas, perbankan, hingga konsumer.
“Kami tetap optimistis [IHSG] tembus 10.000 di 2026. Mungkin sekarang ini agak [melaju di level] 8.000–9.000, tapi kami optimistis akan kuat sampai 10.000,” katanya di Bursa Efek Indonesia, Senin (26/1/2026).
Terhadap kinerja saham perbankan, rebalancing MSCI dinilai bakal menjadi salah satu dorongan bagi kinerja saham yang sepanjang 2026 ini tengah tertekan. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) misalnya masih tertekan 6,50% YtD dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) tertekan 4,51% YtD,
Sementara sektor komoditas, seperti pertambangan hingga emas, diprediksi akan terus menguat hingga 2026 sejalan dengan permintaan pasar terhadap produk tersebut.
“Kami masih optimistis di perbankan, kami harapkan setelah MSCI nanti akan ada sedikit perbaikan dan itu secara fundamental memang kuat. Perbankan akan tetap positif,” katanya.
Sementara sektor konsumer, kendati pelemahan daya beli tampak masih menjadi masalah bagi emiten-emiten tersebut, tetapi stimulus pemerintah yang belakangan digelontorkan diprediksi bakal mendorong kembali penguatan saham di sektor konsumer.
Terutama selepas rebalancing MSCI, penguatan terhadap pasar saham Tanah Air diprediksi akan terjadi. Kendati metodologi anyar MSCI dinilai berpotensi memberikan sentimen ke pasar, tetapi Indonesia dilihat sebagai salah satu emerging market yang memiliki daya tarik di ASEAN.
“[MSCI] berpotensi sedikit, katanya akan [membuat] outflow. Tapi saat ini kami masih lihat ada sedikit peluang untuk Indonesia karena dilihat dari negara ASEAN, pertumbuhan Indonesia masih lumayan positif,” tambahnya.
Gandeng 4 Perusahaan IPOOCBC Sekuritas juga memberikan kabar bahwa pihaknya akan menggandeng sedikitnya empat perusahaan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2026. Diperinci, satu perusahaan disebut melantai pada kuartal I/2026, dua perusahaan pada kuartal II/2026, dan satu perusahaan pada kuartal III/2026.
“Ini bukan yang big [cap] ya, jadi ini medium cap. Tapi semuanya itu di atas Rp250 miliar, terus kemudian yang akan [melantai] di kuartal I/2026 ini, perkiraan di bulan Maret,” katanya kepada wartawan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/1/2026).
Keempat perusahaan tersebut datang dari sektor logistik, teknologi, hingga FMCG. Hanya saja, Betty enggan menjelaskan apakah perusahaan tersebut terafiliasi dengan konglomerat Tanah Air.
Betty menilai, saham-saham pada sektor teknologi dan konsumer berpotensi untuk menguat pada tahun ini. Pada sektor konsumer, stimulus yang digelontorkan pemerintah belakangan diprediksi bakal menguatkan kinerja sektor tersebut.
Meskipun begitu, Betty menegaskan bahwa pihaknya hanya akan menjadi penjamin emisi bagi perusahaan dengan kondisi fundamental yang solid.
“Kalau di kuartal II dan III itu ada berhubungan dengan integrated system. Jadi kategori teknologi, terus kemudian berikutnya kita ada yang FMCG, consumer product,” katanya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5275596/original/009421200_1751883638-52966144-4d5e-45d8-b5a0-8ba1c3fa112a.jpg)