Jenderal Zhang Youxia dan Liu Zhenli Diselidiki, Pakar: Kekacauan Internal Militer Tak Terelakkan

erabaru.net
5 jam lalu
Cover Berita

Otoritas PKT (Partai Komunis Tiongkok) secara resmi mengumumkan bahwa Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC) Zhang Youxia dan Kepala Staf Gabungan CMC Liu Zhenli diduga terlibat “pelanggaran disiplin dan hukum yang serius”. Dengan demikian, dari tujuh anggota pimpinan CMC periode ke-20 yang dibentuk pada 2022, kini sudah lima orang tumbang. Yang tersisa hanya Xi Jinping dan Zhang Shengmin. Para pengamat menilai, kekacauan internal di tubuh militer PKT sudah tidak terelakkan.

Kementerian Pertahanan PKT pada 24 Januari mengumumkan:  “Anggota Politbiro dan Wakil Ketua CMC Zhang Youxia, serta anggota CMC sekaligus Kepala Staf Gabungan CMC Liu Zhenli, diduga terlibat pelanggaran disiplin dan hukum yang serius. Setelah dipelajari oleh Komite Pusat Partai, diputuskan untuk membuka penyelidikan terhadap Zhang Youxia dan Liu Zhenli.”

EtIndonesia. Zhang Youxia yang kini berusia 75 tahun merupakan jenderal dengan peringkat de facto tertinggi di militer PKT setelah Xi Jinping. Penyelidikan terhadap Zhang terjadi hanya tiga bulan setelah kejatuhan He Weidong, menjadikannya Wakil Ketua CMC kedua yang tumbang dalam waktu singkat, serta Wakil Ketua CMC keempat yang dijatuhkan sejak Xi Jinping berkuasa pada 2012.

Hingga kini, dari tujuh anggota pimpinan CMC ke-20 yang dibentuk pada 23 Oktober 2022, setelah lebih dari dua tahun hanya tersisa Ketua Xi Jinping dan Wakil Ketua Zhang Shengmin. Menurut statistik tidak lengkap, selama periode ini sedikitnya 28 jenderal berpangkat penuh (jenderal bintang empat) telah tumbang atau menghilang.

Pengamat isu aktual Lan Shu menyatakan bahwa seiring runtuhnya perekonomian PKT, kontradiksi sosial di Tiongkok terus menumpuk dan meledak dalam skala besar.

 Xi Jinping dinilai tengah berupaya keras mengangkat sekelompok jenderal yang secara ideologis sepenuhnya setia dan bersedia melaksanakan strategi pemikirannya, guna menguasai militer dan mempersiapkan ekspansi ke luar negeri. Dalam konteks ini, Zhang Youxia dan Liu Zhenli pun menjadi bagian dari sekitar 7,2 juta pejabat PKT yang disingkirkan.

 “Di mata Xi Jinping, mereka semua adalah penghalang bagi kembalinya Xi pada ideologi dasar Marxisme–Leninisme–Maoisme. Dengan tumbangnya jenderal senior PKT yang relatif moderat secara ideologis seperti Zhang Youxia, maka jadwal Xi Jinping untuk menggunakan kekuatan militer ke luar negeri—terutama penyatuan Taiwan dengan kekerasan—akan sangat dipercepat,” kata Lan Shu. 

Pada malam yang sama, surat kabar militer PKT menerbitkan editorial berjudul “Dengan Teguh Memenangkan Pertempuran Penentuan, Pertempuran Berkepanjangan, dan Pertempuran Menyeluruh dalam Perang Antikorupsi Militer.”

Editorial tersebut menyebut bahwa Zhang Youxia dan Liu Zhenli “secara serius mengkhianati kepercayaan dan amanat Komite Pusat Partai serta CMC, secara serius menginjak-injak dan merusak sistem tanggung jawab ketua CMC, memperparah masalah politik dan korupsi yang merusak kepemimpinan mutlak Partai atas militer dan mengancam fondasi kekuasaan Partai, merusak citra dan wibawa pimpinan CMC, serta menimbulkan dampak yang sangat buruk terhadap Partai, negara, dan militer.”

Mengenai tuduhan “secara serius merusak sistem tanggung jawab ketua CMC”, kalangan masyarakat menilai hal ini mungkin terkait dengan pembersihan besar-besaran tahun lalu terhadap sembilan jenderal kubu Xi, termasuk mantan Wakil Ketua CMC He Weidong dan Direktur Departemen Pekerjaan Politik Miao Hua—yang kala itu ramai dikabarkan dilakukan oleh Zhang Youxia.

Pengamat isu aktual Li Linyi menyatakan bahwa Zhang Youxia sebenarnya pernah memiliki peluang untuk menjatuhkan Xi Jinping. Namun karena ia dan para tetua yang mendukungnya masih ragu soal masalah penerus, kesempatan itu terlewatkan. Kini justru Zhang Youxia yang disingkirkan oleh Xi, menjadi pelajaran pahit bagi pihak lain.

 “Jika di masa depan masih ada yang berani melawan Xi Jinping, mereka akan belajar dari pelajaran kejatuhan Zhang Youxia ini—yaitu segera menyingkirkan pemimpin partai tersebut. Artinya, konflik internal PKT ke depan akan jauh lebih brutal. Begitu meletus, kemungkinan langsung berakhir, bahkan bisa sampai pada penghilangan nyawa. Tidak akan lagi ada keraguan seperti yang terjadi sebelumnya pada para tetua dan Zhang Youxia,” ujarnya. 

Setelah penangkapan Zhang Youxia dan Liu Zhenli, berbagai rumor pun bermunculan di internet.

Sebagian orang bahkan membandingkan kejatuhan Zhang Youxia dengan “Insiden Tianjing” dalam sejarah Pemberontakan Taiping. Setelah Insiden Tianjing, Taiping terpecah-belah dan akhirnya runtuh.

Li Linyi juga menekankan bahwa selama menjabat, Zhang Youxia dan Liu Zhenli telah mengangkat ribuan perwira. Setelah mereka tumbang, para perwira tersebut terancam akan diselidiki dan disingkirkan, sehingga masa depan militer menjadi penuh ketidakpastian.

 “Terlepas dari apakah dalam pertarungan politik ini Xi Jinping menang, atau apakah nantinya ada faktor lain yang mempengaruhi hasilnya, bagi PKT, kekacauan internal ini entah terjadi sekarang atau di masa depan, sudah tidak bisa dihindari lagi,” katanya. 

Li Linyi menilai bahwa ini merupakan peristiwa politik besar yang cukup untuk mengguncang struktur politik, sosial, dan kekuasaan militer Tiongkok, serta akan membawa dampak yang sangat besar bagi rezim PKT. (hui)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Resmi Jadi Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono Janji Selaraskan Kebijakan Fiskal dan Moneter
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Menhan Laporkan Kondisi Keamanan Nasional Tetap Aman dan Terkendali
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Guru Terdampak Bencana Dapat Tunjangan Khusus hingga Beban Mengajar Dilonggarkan
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Perkuat Mutu Pelayanan di 2026, RSH Ponorogo Gelar FKP
• 1 jam lalurealita.co
thumb
Jakarta Siaga Banjir, Pramono Anung Sebut Modifikasi Cuaca Digelar 27 Januari 2026
• 19 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.