Uni Emirat Arab (UEA) menutup pintu bagi penggunaan wilayah kedaulatannya untuk aksi militer apa pun terhadap Iran.
Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri, UEA menegaskan tidak akan memfasilitasi serangan maupun memberikan dukungan logistik, seraya menyerukan langkah de-eskalasi dan diplomasi demi stabilitas kawasan.
Pernyataan UEA ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran selama beberapa minggu terakhir.
“Kemlu menegaskan kembali komitmen Uni Emirat Arab untuk tidak mengizinkan wilayah udara, wilayah darat, maupun perairannya digunakan dalam tindakan militer apa pun yang bersifat memusuhi Iran, serta tidak memberikan dukungan logistik apa pun dalam hal ini,” ujar Kemlu UEA dalam pernyataan tertulis yang diunggah di media sosial, Selasa (271).
“Kemlu menegaskan kembali keyakinan UEA bahwa dialog, de-eskalasi, kepatuhan terhadap hukum internasional, dan penghormatan terhadap kedaulatan negara merupakan fondasi paling efektif untuk mengatasi krisis saat ini, sekaligus menggarisbawahi pendekatan UEA dalam menyelesaikan perselisihan melalui sarana diplomatik,” paparnya.
Arab Saudi Juga Tak IzinkanPekan lalu, Arab Saudi juga melansir pernyataan serupa. Mereka menyatakan tidak akan mengizinkan wilayah udara maupun wilayah daratnya digunakan untuk menyerang Iran.
Pernyataan Saudi muncul di tengah ancaman respons "keras" dari Trump jika Iran terus menindak keras protes anti-pemerintah di negaranya.
"Arab Saudi telah menginformasikan kepada Teheran secara langsung bahwa mereka tidak akan menjadi bagian dari tindakan militer apa pun yang ditujukan terhadap Iran, dan bahwa wilayah darat serta wilayah udaranya tidak akan digunakan untuk tujuan tersebut," kata seorang sumber yang dekat dengan militer Saudi kepada AFP.
AS Kirim Armada Perang ke TimtengMengutip media UEA, Khaleej Times, prospek tindakan militer tampak menyurut pekan lalu setelah Gedung Putih menyatakan bahwa Teheran telah menghentikan rencana eksekusi terhadap para demonstran. Namun, beberapa hari kemudian Trump mengkonfirmasi bahwa persiapan militer terus berlanjut.
"Anda tahu kami mengirim banyak kapal ke arah sana, hanya untuk berjaga-jaga... Kami mengirim kekuatan besar menuju Iran," ujarnya.
Iran Siap Perang Habis-habisanSementara itu, seorang pejabat Iran yang minta namanya tak disebut mengatakan bahwa negaranya akan memperlakukan serangan apa pun "sebagai perang habis-habisan melawan kami".
Hal itu dikatakan menjelang kedatangan gugus tempur kapal induk militer AS dan aset lainnya di Timur Tengah dalam beberapa hari ini.
"Penumpukan kekuatan militer ini—kami harap tidak ditujukan untuk konfrontasi nyata—tetapi militer kami siap untuk skenario terburuk. Inilah sebabnya mengapa semuanya berada dalam kesiagaan penuh di Iran," ujar pejabat senior Iran tersebut.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5426450/original/037517400_1764306006-Screenshot_2025-11-28_113148.png)
