Pemerintah China tengah menyelidiki dua jenderal paling berpengaruh di tubuh militer atas dugaan pelanggaran disiplin dan hukum serius. Langkah ini disebut-sebut sebagai pembersihan terbesar di militer China sejak era Mao Zedong.
Kedua perwira tinggi tersebut adalah Zhang Youxia, anggota Politbiro sekaligus Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC), serta Liu Zhenli, anggota CMC yang menjabat Kepala Departemen Staf Gabungan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).
“Anggota Politbiro dan Wakil Ketua CMC Zhang Youxia serta anggota CMC dan Kepala Departemen Staf Gabungan CMC Liu Zhenli diduga melakukan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius,” ujar juru bicara Kementerian Pertahanan China Jiang Bin dalam rilis video seperti dikutip AFP, Sabtu (24/1).
Kementerian tersebut menegaskan kedua jenderal itu diduga melanggar disiplin partai dan hukum negara, tanpa merinci bentuk pelanggaran yang dimaksud.
Politbiro merupakan badan eksekutif inti kekuasaan Partai Komunis China yang beranggotakan 24 elite partai, termasuk Presiden Xi Jinping. Lembaga ini menjadi pengambil keputusan tertinggi kedua setelah Komite Tetap Politbiro.
Zhang Youxia (75) adalah satu dari dua wakil ketua CMC yang duduk di Politbiro. Wakil lainnya, He Weidong, telah lebih dulu dicopot dan dijatuhi sanksi pada Oktober 2025 atas pelanggaran disiplin partai dan kejahatan jabatan.
Dengan diselidikinya Zhang dan Liu, CMC kini praktis hanya menyisakan dua figur aktif, yakni Xi Jinping sebagai ketua dan Zhang Shengmin sebagai wakil ketua.
Zhang Shengmin merupakan jenderal Pasukan Roket PLA yang juga menjabat Wakil Sekretaris Komisi Pusat Inspeksi Disiplin PKC, lembaga antikorupsi tertinggi partai.
Media China, sebagaimana dikutip dari Reuters menyebut kasus ini sebagai penyelidikan tertinggi di lapisan militer dan menilainya sebagai aksi “pembersihan jenderal” paling signifikan sejak berakhirnya pemerintahan Mao Zedong.
Zhang Youxia dikenal luas sebagai rekan dekat Presiden Xi. Keduanya merupakan putra tokoh revolusioner China dan memiliki latar belakang militer sejak masa konflik. Zhang juga tercatat pernah terlibat langsung dalam perang perbatasan China-Vietnam pada 1979.
Sementara itu, Liu Zhenli (61) memegang peran strategis sebagai pengendali operasi militer, intelijen, dan pelatihan PLA. Keduanya baru menduduki jabatan tersebut pada Maret 2023, bersamaan dengan digelarnya Kongres Rakyat Nasional (NPC) ke-14.
Sejak Oktober lalu, China telah mengumumkan penyelidikan terhadap sedikitnya sembilan pejabat militer. Selain mantan Wakil Ketua CMC He Weidong, pencopotan juga dilakukan kepada eks Kepala Departemen Politik PLA Miao Hua, serta mantan Menteri Pertahanan Li Shangfu dan pendahulunya Wei Fenghe, yang semuanya terseret kasus dugaan korupsi.




